Berita Surabaya
Unair dan ITS Berharap Kuota KIP Kuliah Tidak Berkurang pada 2024
Ketua PPMB Unair, Dr Achmad Solihin SE., M.Si mengungkapkan sampai saat ini belum ada alokasi KIP kuliah untuk Unair dari Puslapdik
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Fatkhul Alami
SURYA.co..id | SURABAYA - Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) telah merilis kuota nasional Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang bisa menjadi alternatif pembiayaan di perguruan tinggi bagi calon mahasiswa baru pada 2024.
Namun, kuota di tiap perguruan tinggi belum diterima oleh kampus. Pihak kampus berharap agar kuota KIP Kuliah tahun 2024 tidak berkurang seperti tahun lalu.
Pasalnya, karena kuota yang berkurang di tiap kampus, pendaftar KIP Kuliah yang berhasil diterima di perguruan tinggi tidak semuanya bisa memanfaatkan beasiswa KIP Kuliah karena kuota yang diterima di tiap kampus tidak bisa menampung semua pendaftar KIP Kuliah.
Seperti di Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) dan Universitas Airlangga (Unair) yang kuota KIP Kuliah tahun 2023 menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
Ketua PPMB Unair, Dr Achmad Solihin SE., M.Si mengungkapkan sampai saat ini belum ada alokasi KIP kuliah untuk Unair dari Puslapdik.
Namun, berdasarkan data tahun 2023, Unair menerima kuota KIP Kuliah sebanyak 630 mahasiswa padahal di tahun 2022 kuota penerima KIP Kuliah di UNAIR mencapai angka 1.200 mahasiswa baru.
“Dari tahun ke tahun pemegang KIP Kuliah di Unair rata-rata di atas angka seribu. Kalau jatah KIP K tahun ini kami belum tahu, semoga saja tidak turun lagi,"harap Solihin.
Dikatakan Solihin, berkaca dari tahun 2023, sejumlah penerima KIP Kuliah akhirnya mendapat pendanaan (beasiswa) dari Unair meskipun bukan beasiswa penuh seperti KIP Kuliah.
Direktur Pendidikan ITS, Prof Dr Eng Siti Machmudah ST MEng mengungkapkan, hingga saat ini pihak kampus juga belum menerima pemberitahuan terkait jumlah Kuota KIP Kuliah yang diberikan pada ITS.
"Untuk jumlah kuota KIPK dari pemerintah belum tahu. Biasanya ITS menyediakan 20 persen dari kuota yg ada. Pendaftar KIPK biasanya banyak,"ungkapnya.
Karena banyaknya pendaftar KIP Kuliah, dikatakan Machmudah, kuota yang ada di ITS tidak bisa menampung semua pendaftar KIPK.
Padahal penerima KIPK tersebar di semua prodi untuk jalur SNBP, SNBT dan Seleksi Mandiri Prestasi.
"Selain melalui Program Indonesia Pintar Perguruan Tinggi, mahasiswa setelah diterima di ITS dapat mengajukan beasiswa lain untuk memperoleh bantuan biaya pendidikan melalui Direktorat Kemahasiswaan sesuai ketentuan,"lanjutnya.
Secara umum beasiswa dibedakan dalam beasiswa ekonomi dan beasiswa prestasi.
ITS mengkategorikan sumber beasiswa dari Kementerian, Pemerintah Daerah, BUMN, Swasta, Yayasan, dan Alumni.
| Tragedi Berdarah di TPU Mbah Ratu Surabaya, Pelaku Pembacokan Ternyata Residivis Narkoba |
|
|---|
| Detik-detik Kasir Minimarket di Surabaya Gagalkan Pencurian Motornya, Kejar Pelaku Sejauh 700 Meter |
|
|---|
| Kapal Pesiar Mewah Seven Seas Tiba di Surabaya North Quay Hari Ini, Simak Jadwalnya |
|
|---|
| Fisip Ubhara Surabaya Jajaki Kerjasama dengan Tribun Jatim Network |
|
|---|
| Berita Surabaya Hari Ini: Peluncuran Koperasi Digital, Jadwal Commuter Line yang Baru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/kampus-unair-surabaya-492021.jpg)