Pilpres 2024

Hasil Hitung Cepat Pilpres 2024 Disorot Media Asing, Singgung Hasil Unggul Prabowo-Gibran

Hasil hitung cepat atau quick count Pilpres 2024 yang menunjukkan keunggulan Prabowo-Gibran mendapat sorotan berbagai media asing.

Tribunnews
ilustrasi. Hasil Hitung Cepat Pilpres 2024 Disorot Media Asing, Singgung Hasil Unggul Prabowo-Gibran. 

SURYA.co.id - Hasil hitung cepat atau quick count Pilpres 2024 yang menunjukkan keunggulan Prabowo-Gibran mendapat sorotan berbagai media asing.

Mereka menyinggung keunggulan pasangan capres dan cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming.

Diketahui, hasil hitung cepat Quick Count Pilpres 2024 sementara menunjukkan keunggulan pasangan nomor urut 02 yaitu Prabowo-Gibran

Berdasarkan data Litbang Kompas, pasangan Prabowo-Gibran sementara unggul dengan perolehan 58.70 Persen. 

Baca juga: Hasil Hitung Cepat Pilpres 2024: Prabowo-Gibran Unggul Telak Sementara, Otw Satu Putaran?

Sementara pasangan nomor urut 01, Anies-Muhaimin menyusul dengan 25,24 persen.

Disusul oleh Ganjar-Mahfud dengan 16,05 persen .

Adapun data yang dihimpun oleh Litbang Kompas berdasarkan perhitungan suara masuk 83,25 persen pada 19.07 WIB.

Dikutip dari Al Jazeera, jika quick count terbukti akurat dan Prabowo memenangkan kursi presiden, artinya, putra Joko Widodo (Jokowi), Gibran akan menjadi wakil presiden berikutnya.

Surakarta secara tradisional merupakan kandang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), partai berlambang banteng hitam yang merupakan pendukung Ganjar.

“Banteng itu hilang di kandangnya sendiri,” kata jurnalis Solo Syaiful Arifin kepada Al Jazeera.

“PDIP tidak bekerja keras dan tidak serius,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa partai tersebut berhasil meraih kursi dalam pemilu legislatif.

“Mereka hanya mengutamakan pemilu legislatif, sedangkan Ganjar dibiarkan sendiri," lanjut Syaiful Arifin.

Sedangkan AP News melaporkan penghitungan cepat didasarkan pada penghitungan suara sebenarnya di beberapa TPS sampel di seluruh Indonesia.

Penghitungan resmi mungkin belum selesai dalam waktu satu bulan, namun penghitungan cepat telah memberikan gambaran akurat mengenai hasil keempat pemilihan presiden yang diselenggarakan di Indonesia ,sejak dimulainya pemungutan suara langsung pada tahun 2004.

Untuk menghindari putaran kedua melawan pesaingnya – dua mantan gubernur provinsi, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo – Prabowo memerlukan lebih dari 50 persen dari seluruh suara yang diberikan dan setidaknya 20 persen di setiap provinsi di negara tersebut.

Dosen Universitas Jenderal Achmad Yani, Yohanes Sulaiman, mengatakan bahwa Prabowo tampaknya tidak dapat dihentikan.

“Berdasarkan quick count sejauh ini, Prabowo menang,” ujarnya kepada Al Jazeera.

“Yang melakukan hitung cepat ini kredibel, menggunakan metode sampling yang tepat, dan jumlahnya jauh lebih unggul dibandingkan lawan-lawannya,” tambah Sulaiman.

“Beberapa hari ke depan pasti ada penyesuaian karena ini memang sampling, tapi kecuali ada tempat yang 100 persen seperti Ganjar atau Anies, saya kira jumlahnya tidak akan banyak berubah.”

Dikutip dari Al Jazeera, capres Anies Baswedan mengaku optimistis mampu lolos ke putaran kedua.

Dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera, Anies ditanya apakah jika ada putaran kedua, ia akan berkolaborasi dengan pesaing ketiga, Anies menjawab bahwa hal itu "pasti mungkin saja".

"Kami akan memulai diskusi setelah hasilnya keluar. Semua fokus kami adalah menyapa pemilih, berkampanye dan kami tidak ingin mengganggu," ucap Anies.

"Itu sebabnya kami lebih memilih fokus pada kampanye dan setelah penghitungan suara selesai, kami akan membicarakan (hal ini)," katanya.

Menurutnya, yang terbaik saat ini adalah menunggu sampai KPU mengeluarkan hasil resmi.

“Kita tunggu sampai penghitungan suara yang dilakukan panitia pemilu selesai,” katanya di pusat kampanyenya di Jakarta.

>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google SURYA.co.id

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved