Berita Lamongan

Dua Tanggul Sungai Plalangan Kabupaten Lamongan yang Jebol Berhasil Diatasi

Sebelumnya, air yang mengalir deras sudah menenggelamkan ratusan hektare tambak dan pemukiman penduduk.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/hanif manshuri
Satu di antara dua titik tanggul Sungai Plalangan yang berhasil ditanggulangi, Kamis (8/2/2024) 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Dua titik tanggul Kali Plalangan yang jebol berhasil ditanggulangi.

Sebelumnya, air yang mengalir deras sudah menenggelamkan ratusan hektare tambak dan pemukiman penduduk.

"Alhamdulillah sudah berhasil ditanggulangi. Dan banjir di dua dusun sudah surut," kata Kepala Pelaksana BPBD Lamongan, Joko Raharto kepada SURYA, Kamis (8/2/2024).

Kebutuhan material untuk pengurukan dan pemadatan tanggul, terpaksa memakai batu gunung (pedel). Karena sulit mendapatkan material tanah di sekitar lokasi.

Sebelum ditutup dengan batu pedel, langkah awal adalah memasang bambu di bibir tanggul.

Pengurukan dilakukan dengan menggunakan alat berat, backhoe untuk titik tanggul Utara jembatan. Sedang di satu lainnya yang juga jebol bisa diatasi dengan cara manual.

"Selama perbaikan tanggul kita melibatkan TNI, Polri, BPBD, Dinas PU SDA dan warga masyarakat sekitar," katanya.

Hari ini, kata Joko, tinggal penyempurnaan dan memperkuat di dua lokasi tersebut.

Puluhan anggota Kodim 0812, Babinsa, Koramil, bersama Dinas PU SDA, Kepolisian, perangkat desa serta masyarakat melaksanakan kegiatan kerja bakti perbaikan tanggul Kali Plalangan.

"Petugas Operasi dan Pemeliharaan/OP 4 BBWS Bengawan Solo, Hidayat, Kabid Ops PU SDA Lamongan turut dalam penanggulangan," katanya.

Kepala Desa Tambakploso, Akhmad Jaelani memastikan sudah tidak ada rumah yang kebanjiran. "Sisa genangan tinggal di jalan depan rumah," kata Jaelani.

Sedang para petambak masih belum bisa ditangani, karena permukaan pematang rata-rata belum terlihat. Selain itu, banyak pematang yang rusak diterjang derasnya arus air.

Sampai hari ketiga, terdata sebanyak 100 hektare lahan tambak di tiga dusun, Candipari, Gabus dan Plosolebak.

"Kerugian yang dialami warga mencapai sekitar Rp 10 miliar," ungkap Jaelani.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved