Pemilu 2024

PKN Targetkan Raup 1,8 Juta Suara di Jatim, Anas Urbaningrum Yakin Lahirkan Politisi Pejuang Rakyat

Jatim memiliki jumlah penduduk dan pemilih terbesar kedua di indonesia. Dari data, di Jatim ada kurang lebih 31 juta pemilih

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Deddy Humana
surya/galih lintartika
Ketua Pimpinan Nasional PKN, Anas Urbaningrum memberi sambutan dalam konsolidasi di Ranch Kelana - Pogal Putuk, Desa Lebakrejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Senin (29/1/2024). 

SURYA.CO.ID, PASURUAN - Sebagai partai baru di kancah politik Indonesia, Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) memang belum banyak diperhitungkan. Meski begitu, optimisme tetap begitu besar bahwa PKN akan melahirkan politisi-politisi pejuang rakyat.

Optimisme itu disampaikan Ketua Pimpinan PKN, Anas Urbaningrum dalam Konsolidasi Pemenangan dan Pemantapan Pemilih di seluruh Jawa Timur bersama pimpinan nasional PKN, Senin (29/1/2024). Kegiatan itu diadakan di Ranch Kelana - Pogal Putuk, Desa Lebakrejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.

Menurut Anas, PKN tidak akan melahirkan politisi-politisi penghianat rakyat. Politisi PKN adalah perjuangan rakyat, dan setia dengan suara rakyat.Ratusan kader dan caleg PKN dari seluruh Jawa Timur hadir dalam konsolidasi ini.

“Kursi di legislatif bagi politisi PKN adalah perangkat perjuangan politik. Kursi bukan tujuan dan bukan untuk dinikmati,” tegas Anas.

Anas menjelaskan, jika ada politisi PKN terpilih dan duduk di kursi DPRD Kabupaten/Kota, Provinisi, ataupun RI yang menjadikan posisinya sebagai tujuan dan dinikmati, maka ia harus siap di-PAW (pergantian antar waktu).

“Kalau ada kader PKN, dan sikap politiknya duduk di kursi eksekutif sebagai tujuan untuk sekedar dinikmati, maka siap-siaplah kena PAW,” tambah Anas.

Menurut Anas, PKN memiliki semangat juang yang tidak tertandingi, militansinya kuat menyala, optimisme menjulang tinggi dan itu menjadi energi mental berpolitik. “Dan itulah yang menjadi pembeda PKN dengan partai politik lain. Dan itu menjadi energi positif untuk perjuangan PKN dalam Pemilu 2024 ini,” paparnya.

Ia juga menyebut, yang menjadi falsafah perjuangan PKN dan politisinya bukan hadir untuk PKN, bukan dikembangkan untuk kepentingan PKN semata.

Tetapi PKN lahir dan hadir untuk bisa berkontribusi kebangkitan Nusantara. Di sisi lain, yang paling penting adalah kebangkitan kesejahteraan rakyat di Indonesia. “PKN adalah partai baru yang sanggup diberi amanah, diberi tanggung jawab politik yang besar dan mengambil tugas di seluruh Indonesia,” tambahnya.

Menurut Anas, Jatim memiliki jumlah penduduk dan pemilih terbesar kedua di indonesia. Dari data, di Jatim ada kurang lebih 31 juta pemilih. “Pejuang PKN di Jatim memiliki tanggung jawab besar untuk bisa berkontribusi pada kemenangan di Jatim yang akan mendongkrak nasional,” imbuhnya

Anas menargetkan di Jawa Timur, PKN minimal bisa menyumbang suara 1,8 juta suara dari 120.000 lebih TPS. “Salah satu cara memutus kemustahilan politik adalah memastikan PKN mendapatkan suara di setiap TPS. Tidak ada satu pun TPS tanpa ada suara untuk PKN,” urainya.

Ia juga membayangkan jika di Jatim mampu mendapatkan suara 1,8 juta maka akan menjadi tiang pancang politik kuat untuk membawa PKN lolos dengan suara minimal 4 persen.

Sekali lagi, katanya, PKN adalah partai terbuka. Itu terbukti, kader dan caleg PKN tidak pernah ditanyakan siapa keluarganya, siapa golongannya, apa pekerjaannya. “PKN adalah partai yang terbuka. Kami tidak membangun keluarga dalam partai. Siapapun kamu, dan dari mana kamu, semua bisa mengakses partai ini,” ujarnya.

Sementara Kelana Aprilianto, Ketua Pimpinan Daerah PKN Jawa Timur mengaku caleg-calegnya siap pecah telor untuk menembus kursi DPRD kota/kabupaten dan Jatim. “Hari ini satu momen sejarah, apa yang telah kita rintis, ikhtiar, dan upayakan selama ini akan membuahkan hasil. Maka semangat harus dipupuk terus,” papa Kelana.

Ia menyebut, semangat los gak rewel adalah semangat yang tidak pantang menyerah, tidak gentar menghadapi pertarungan Pemilu 2024 ini.

Menurut Kelana, semua kader dan caleg PKN Jawa Timur itu los dan tidak rewel. Dan Jatim menjadi tolak ukur kemenangan dalam Pemilu 2024. “Kita akan berjuang sampai titik darah penghabisan. Tadi kami tiba di sini, hujan datang. Ini menunjukkan awal dari kebangkitan bangsa, alam sudah beri kode,” tutupnya. ****

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved