Pemilu 2024
Pemilu 2024, Lansia dan Difabel Diprioritaskan di TPS, KPU Siapkan Sarana dan Prasarana
Di Kota Malang, data sementara yang dicatat ada jumlah pemilih usia 60 sampai 78 tahun ada 102.283 pemilih.
Penulis: Benni Indo | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, MALANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang akan mengakomodir para pemilih lanjut usia dan difabel agar hak suara mereka bisa tersalur di hari coblosan mendatang.
KPU menyiapkan sejumlah sarana dan prasarana untuk pemilih lansia.
Di Kota Malang, data sementara yang dicatat ada jumlah pemilih usia 60 sampai 78 tahun ada 102.283 pemilih.
Kemudian usia 79 ke atas sebanyak 11.800 pemilih. Total ada 114.083 pemilih lansia di Kota Malang.
Komisioner Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM, Muhammad Toyib menerangkan, sesuai dengan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 25 Tahun 2023, hal pertama yang harus dipastikan petugas KPPS yakni pendahuluan terhadap lansia.
KPU telah mengedukasi petugas penyelenggara agar lansia dan difabel tidak perlu antre. Toyib mengatakan, KPU telah menginstruksikan KPPS wajib siaga ketika lansia memerlukan pendampingan.
Umumnya, lansia ini kesulitan ketika melipat atau membuka surat suara. Sebab, tidak hanya satu, mereka bisa mendapatkan lima surat suara dalam waktu bersamaan.
"Pendampingan ini juga bisa dilakukan keluarganya, tapi hanya sebatas membukakan surat suara atau mengantar ke bilik suara," ungkap Toyib.
Upaya lain yang akan dilakukan KPU Kota Malang yaitu menyiapkannya TPS Mobile. KPU akan mengantarkan surat suara kepada pemilih lansia, hal ini juga dilakukan kepada pemilih yang sakit.
“Kami masih memetakan bagaimana kebutuhan di Kota Malang. Kemungkinan besar kami akan upayakan TPS Mobile di dekat panti jompo," terang Toyib.
Bentuk bangunan TPS yang dibuat nanti juga didesain ramah difabel dan lansia. Dengan begitu, para lansia dan difabel memiliki aksesibilitas untuk menyalurkan hak suaranya. Ada sejumlah difabel yang harus menggunakan kursi roda ketika mencoblos di TPS.
Ada enam kategori yang didata oleh KPU. Pertama difabel fisik dengan jumlah pemilih sebanyak 1780.
Lalu difabel intelektual sebanyak 185 pemilih, difabel mental ada 961 pemilih, tuna wicara ada 268 pemilih, tuli ada 141 pemilih, dan Netra 281 pemilih.
Dari jumlah DPT di Kota Malang sebanyak 651.758, pemilih difabel ada 3.616 (0,55 persen).
Ketua Pembina Lingkar Sosial, Kankerta berpendapat, yang dibutuhkan oleh difabel adalah aksesibilitas. Ia menyarankan, penyelenggara Pemilu bisa mempelajari Permen PU Nomor 14 Tahun 2017 tentang Persyaratan Kemudahan Bangunan Gedung.
| Diusulkan Kembali Jadi Ad Hoc, Bawaslu Trenggalek Luncurkan Buku Tentang Pengawasan Pemilu 2024 |
|
|---|
| Dugaan Kasus Asusila, DKPP Periksa Komisioner Bawaslu Kota Surabaya |
|
|---|
| Harta Kekayaan Annisa Mahesa, Anggota DPR Termuda yang Dilantik di Usia 23 Tahun, Totalnya Rp 5,8 M |
|
|---|
| Sosok Jamaludin Anggota DPR RI Pakai Kostum Ultraman Jelang Pelantikan di Senayan, Pengusaha Top |
|
|---|
| Sosok Romy Soekarno, Cucu Bung Karno Jadi Anggota DPR Usai Arteria Dahlan Mundur: Eks Suami Artis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Pekerja-melipat-kertas-surat-suara-di-gudang-milik-KPU-Kota.jpg)