Rotasi Ketua PWNU Jatim

Biodata KH Hasib Wahab Chasbullah Kandidat Kuat Ketua PWNU Jatim Selain Gus Kikin, Ayahnya Pahlawan

Inilah profil dan biodata KH Hasib Wahab Chasbullah alais Gus Hasib, kandidat kuat Ketua PWNU Jatim selain KH Abdul Hakim Mahfudz.

youtube
KH Hasib Wahab Chasbullah, Kandidat Kuat Ketua PWNU Jatim Selain Gus Kikin. Simak profil dan biodatanya. 

SURYA.co.id - Inilah profil dan biodata KH Hasib Wahab Chasbullah alais Gus Hasib, kandidat kuat Ketua PWNU Jatim selain KH Abdul Hakim Mahfudz.

Diketahui, ada dua nama pengurus PBNU berpeluang kuat menggantikan KH Marzuki Mustamar sebagai Ketua PWNU Jatim.

Menurut penelusuran SURYA.co.id, dua nama tersebut yakni KH Hasib Wahab Chasbullah alias Gus Hasib dan KH Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin.

Baca juga: Peluang KH Abdul Hakim Mahfudz Jadi Ketua PWNU Jatim Kian Besar, Gus Kikin Direkom PC Kabupaten/Kota

Melansir dari Wikipedia, Gus Hasib lahir 3 Desember 1949.

Ia adalah seorang ulama dan politikus asal Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Ia merupakan Ketua Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas yang dipilih melalui musyawarah besar Dzuriyah Bani Hasbullah pada tanggal 1 November 2009 di Selorejo, Dau, Malang.

Pada tahun 2015, ia diangkat sebagai salah satu Ketua Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

Sebagai seorang politikus, ia pernah menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia periode 2004–2009 dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan daerah pemilihan Jawa Timur VIII.

Gus Hasib lahir di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada tanggal 3 Desember 1949 dari pasangan K.H. Abdul Wahab Hasbullah dan Nyai Hj. Rohmah Abdul Majid.

Ayahnya, Abdul Wahab, merupakan Pahlawan Nasional Indonesia salah satu pendiri Nahdlatul Ulama dan Gerakan Pemuda Ansor.

Baca juga: Biodata KH Abdul Hakim Mahfudz Kandidat Ketua PWNU Jatim Pengganti KH Marzuki Mustamar, Ini Trahnya

Abdul Wahab kemudian menjadi Rais 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama periode 1947–1971.[6]

Dari jalur ayah, Gus Hasib merupakan keturunan Kiai Sa'id bin Kiai Abdus Salam. Kiai Abdus Salam adalah pendiri Pesantren Selawe atau Pesantren Telu yang nantinya menjadi cikal bakal Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

Dari jalur nasab, Kiai Sa'id merupakan keturunan Ki Ageng Pandan Arang yang apabila silsilahnya diurut ke atas bersambung kepada Fatimah az-Zahra binti Muhammad.[7]

Gus Hasib memiliki kakak kandung perempuan, yaitu Machfudhoh Aly Ubaid, salah satu Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama periode 2022–2027, dan Mundjidah Wahab, yang menjadi Bupati Jombang periode 2018–2023.

Selain itu, K.H. Muhammad Wahib Wahab, Menteri Agama Indonesia periode 1959–1962, merupakan kakak laki-laki seayah Gus Hasib, namun dari ibu yang berbeda.

Pendidikan keagamaan Gus Hasib dimulai dari belajar di pesantren ayahnya, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang.

Kemudian ia melanjutkan pendidikan keagamaannya ke Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam Tegalrejo, Kabupaten Magelang sampai sekitar satu setengah tahun, lalu ke Pondok Pesantren Ma'hadul Ilmi Asy Syar'ie Sarang, Kabupaten Rembang sampai tahun 1964.

Di Pesantren Sarang ini, ia mulai memasuki pendidikan formal di Madrasah Ibtidaiah Sarang, namun tidak sampai selesai.[8]

Gus Hasib kemudian diutus ayahnya untuk belajar di Pondok Pesantren Darul 'Ulum Rejoso, Kabupaten Jombang dan melanjutkan pendidikan formalnya di Madrasah Ibtidaiah, Madrasah Menengah Pertama, sampai Madrasah Menengah Atas Darul Ulum Rejoso.

Setelah lulus dari Darul Ulum, pada tahun 1970, ia kemudian melanjutkan pendidikan formalnya ke Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya sampai tahun 1974.[8]

Setelah lulus dari IAIN Sunan Ampel Surabaya, Gus Hasib kemudian berangkat ke Kairo, Mesir untuk melanjutkan pendidikan pascasarjana.

Di Kairo, ia juga belajar bahasa Inggris di American School dan menjadi Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia di Mesir.[4]

Selain itu, Gus Hasib juga melanjutkan pendidikannya ke Universitas Darul 'Ulum Jombang jurusan hubungan internasional.

Ia juga mendapat gelar Doktor Honoris Causa dari American World University.

Sebagai seorang politikus, Gus Hasib pernah bekerja sebagai staff di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Baghdad.

Selain itu, ia pernah menduduki jabatan sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Jombang periode 1997–2002,[10] dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia periode 2004–2009.[4]

Pada tahun 2014, Gus Hasib mendaftarkan diri menjadi calon legislatif sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia periode 2014–2019 mewakili Jawa Timur, namun ia gagal menjadi anggota DPD RI dengan hanya memperoleh sebanyak 360.321 suara.

Gus Hasib merupakan Ketua Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas yang dipilih melalui musyawarah besar Dzuriyah Bani Hasbullah pada tanggal 1 November 2009 di Selorejo, Dau, Malang.

Sebelumnya, jabatan Ketua Majelis Pengasuh di Pondok Pesantren Tambakberas dibiarkan kosong untuk sementara waktu setelah wafatnya ketua sebelumnya, Drs. K.H. Amanulloh Abdur Rochim, pada tanggal 13 November 2007.

Gus Wahib sendiri saat itu menjabat sebagai pengambil kebijakan yang berkaitan dengan lembaga pendidikan formal dan hubungan dengan lembaga luar di Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.[12]

Selain itu, pada tahun 2015, ia diangkat sebagai salah satu Ketua Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.[13] Pada tahun 2022, ia kembali terpilih sebagai Ketua Tanfudziyah PBNU bersama beberapa ulama dan tokoh seperti K.H. Abdul Hakim Mahfudz, Prof. Dr. K.H. Moh. Mukri, Khofifah Indar Parawansa, Alissa Qotrunnada, dan lainnya.

>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google SURYA.co.id

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved