Piala Dunia U17 2023

Cerita Mahasiswa Unesa Bertugas Jadi Steward pada Piala Dunia U17 2023 di Surabaya

Sebnyak 40 mahasisa asal FIKK Unesa yang dipercaya ikut terlibat di perhelatan Piala Dunia U1-7 2023. Mereka sebagai steward di Stadion GBT Surabaya

|
Editor: Fatkhul Alami
Humas Unesa
Ada sebnyak 40 mahasisa asal FIKK Unesa yang dipercaya ikut terlibat di perhelatan Piala Dunia U1-7 2023. Mereka bertugas sebagai steward di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya 

SURYA.co.id | SURABAYA – Para mahasiswa asal Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Univeristas Negeri Surabaya (Unesa) ternyata dipercaya oleh FIFA untuk bertugas sebagai steward (petugas pelayan) di Piala Dunia U-17 2023.

Ada sebnyak 40 mahasisa asal FIKK Unesa yang dipercaya ikut terlibat di perhelatan Piala Dunia U-17 2023. Mereka bertugas sebagai steward di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya yang sudah menyelesikan babak penyisihan grup A, Kamis (16/11/2023) malam.

Perlu diketagui steward di ajang sepak bola berperan mengamankan dan melancarkan selama jalannya pertandingan. Mereka hadir di tribun, di pinggir lapangan, dengan rompi khusus sebagai tanda pengenal. Sementara polisi berjaga di luar stadion, tidak di dalam lagi seperti sebelumnya.

Auliy Rafika Firdani salah satu mahasiswa FIKK Unesa yang bertugas sebagai steward Piala Dunia U-17 2023 bercerita, dirinya bertugas mengawasi suporter selama berlangsungnya pertandingan. Ia berwenang melakukan pengecekan barang bawaan yang dibawa penonton masuk stadion.

Auliy Rafika yang merupakan mahasiswi S1 Pendidikan Olahraga FIKK Unesa mengatakan banyak persyaratan yang harus dipenuhi saat ikut seleksi. Seperti tinggi badan, berat badan, indeks masa tubuh, hingga mata yang tidak minus dan buta.

Menurut Auliy Rafika, hal paling penting yang harus dimiliki seorang steward sepak bola adalah ketegasan, taat seluruh peraturan dan SOP, memiliki tubuh yang porposional dan ideal.

“Berani mengambil keputusan, serta mampu menegur suporter dengan cara yang sopan,” tutur Auliy Rafika dalam keterangan tertulis dari Humas Unesa yang diterima Surya.co.id.

Ditegaskan Auliy Rafika, ada tiga sebaran utama steward selama pertandingan berlangsung yakni penjagaan di pintu utama untuk pemeriksaan penonton, di tribun atas, dan tribun bawah.

“Untuk tribun atas itu sangat dinamis karena bisa sekalian menyaksikan pertandingan, tapi penjaga tribun bawah sangat jarang dapat kesempatan melihat pertandingan yang berlangsung,” beber Auliy Rafika

“Mau tidak mau ya harus dijalani, namanya juga tugas dan tanggung jawab” sambungnya.

Selama bertugas sebagai stewart Piala Dunia U-17 2023 di Stadion GBT Surabaya, Auliy Rafika merasa bersyukur dan bangga. Baginya tak masalah meskipun hanya sebatas event kelompok umur, sebab dapat ambil bagian dan terlibat di ajang Piala Dunia U-18 2023 itu sudah sangat membanggakan.

Momentum lain yang cukup menguji mental dan kesabaran, kata Auliy Rafika, ketika ia menghadapi penonton yang ngeyel tidak taat peraturan. Masih didapati suporter yang bawa rokok dan vapor.

“Banyak suporter yang menganggap acara ini (Piala Dunia U-17 2023) masih di bawah peraturan PSSI. Padahal, ini agenda FIFA. Seluruh peraturan atau regulasi pertandingan di dalam stadion kita berkiblat ke FIFA, bukan PSSI lagi,” cetusnya.

Dekan FIKK Unesa, Dwi Cahyo Kartiko mengapresiasi keterlibatan mahasiswanya pada event Piala Dunia U-17 2023.

“Steward itu menjadi garda terdepan dalam ikut mengamankan dan melancarkan pertandingan (seak bola), kerena itu keterlibatan mereka, tentu menjadi pengalaman berharga,” kata Dwi Cahyo Kartiko.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved