Berita Viral
INGAT Sultan Rif'at Mahasiswa UB yang Jadi Korban Jeratan Kabel Optik? Bakal Operasi Kerongkongan
Masih ingat dengan Sultan Rif'at, mahasiswa UB yang jadi korban jeratan kabel optik hingga tidak bisa hidup normal? Begini kondisinya sekarang.
Penulis: Akira Tandika Paramitaningtyas | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.CO.ID - Masih ingat dengan Sultan Rif'at, mahasiswa Universitas Brawijaya Malang yang jadi korban jeratan kabel optik hingga tidak bisa hidup normal? Begini kondisinya sekarang.
Kondisi Sultan Rif'at saat ini mulai menunjukkan perubahan signifikan sejak menjadi korban jeratan kabel optik tujuh bulan lalu.
Fatih, ayah Sultan Rif'at mengatakan, saat ini sang anak sudah bisa menelan dan akan menjalani operasi kerongkongan.
Hal ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi menelan serta memperbaiki nutrisi agar bisa makan dengan normal.
Baca juga: TERBARU Kondisi Sultan Rifat Mahasiswa UB Korban Jeratan Kabel Optik, Kini Bisa Mengeluarkan Suara
Selama ini, Sultan Rif'at memenuhi nutrisinya melalui cairan yang disalurkan melalui hidung. Hal itu yang kemudian membuat kebutuhan nutrisinya berkurang.
"Tim dokter akan lebih fokus di fungsi menelan supaya Sultan bisa makan dengan normal, dengan hadapan nutrisinya bisa tercukupi," kata ayah Sultan, melansir Kompas.
Akan tetapi, untuk memperbaiki fungsi menelan, Sultan harus menjalani operasi pada kerongkongannya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan melalui metode endoskopi, terjadi penyempitan pada saluran kerongkongan Sultan.
Menurut penjelasan dokter, ada bagian yang sebelumnya terputus pasca kecelakaan, tetapi kini menyempit dan bahkan nyaris tertutup.
Sebab, ada jaringan baru yang tumbuh di sana. Fatih menjelaskan, tim dokter akan berfokus untuk melakukan pelebaran di kerongkongan.
"Sultan sudah dilakukan dua kali operasi untuk proses pelebaran yang disebut dilatasi. Ini sudah dilakukan, alhamdulillah semuanya berjalan sesuai rencana tim dokter," ungkap dia.
Rencananya, pekan depan Sultan akan menjalani operasi ketiga untuk proses dilatasi.
Baca juga: KERAHKAN Tim Khusus Tangani Sultan Rifaat Korban Jeratan Kabel Optik, Ini Biodata Brigjen Hariyanto
Berangsur Membaik
Sebelumnya, Hariyanto menjelaskan saat ini kondisi Sultan Ri'fat membaik.
Bahkan, mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) itu mengalami peningkatan berat badan.
"Kondisinya tambah membaik. Berat badannya naik dari 46 kilogram, saat ini 49 kilogram," ungkap dia, dikutip dari Kompas.com.
Menurut Hariyanto, Sultan Rif'at tidak mengalami kendala seperti penurunan nafsu makan. Ini lantaran Sultan Rif'at masih makan melalui selang sehingga nafsu makannya tergolong stabil.
Kendati begitu, kata Hariyanto, Sultan sempat mengalami demam.
"Sempat demam, dan kami batasi kunjungan karena kondisinya rawan terjadi infeksi," terang Hariyanto.
Sementara untuk kondisi paru-paru Sultan juga disebut membaik.
Hariyanto menegaskan, meski berat badan Sultan membaik, tim dokter yang menanganinya masih perlu menunggu untuk penanganan lebih lanjut.

"Dokter menunggu berat badan yang optimal untuk mengevaluasi kondisi jalur pernapasan, kerongkongan, dan saluran cernanya," ujar dia.
Awal Penderitaan Sultan
Untuk diketahui, Sultan Rif'at Alfatih (20) sudah tujuh bulan tidak bisa hidup normal.
Sang ayah, Fatih, menyatakan kondisi Sultan saat ini sudah membaik secara fisik.
Namun, mahasiswa Universitas Brawijaya itu tidak bisa menelan air liur.
Baca juga: KEKAYAAN Joko Agus Setyono yang Dituding Keluarga Sultan Rifat Lebih Berpihak ke Bali Tower
“Saat ini secara fisik sudah lebih baik, belum bisa nelan. Termasuk nelan air liur juga enggak bisa,” kata Fatih saat dihubungi Kompas.com, Minggu (30/7/2023).
Selain itu, Sultan juga belum bisa bicara dan terpaksa harus bernapas melalui tenggorokannya.
Dia juga membutuhkan bantuan untuk bisa makan dan minum.
"Belum bisa bicara, napas dari lubang di tenggorokan. Makan dan minum dari selang di hidung,” lanjut Fatih.
Pemuda asal Bintaro itu mengalami patah tulang tenggorokan akibat kabel menjuntai yang menjerat lehernya, di Jalan Pangeran Antasari, Jakarta Selatan, pada 5 Januari 2023 lalu.
Saat itu, Sultan diketahui sedang menghabiskan waktu libur semesternya dengan kembali ke kediamannya.
"Kronologinya, pada 5 Januari 2023, anak saya pamitan mau main sama teman semasa SMA-nya sekitar pukul 22.00 WIB," kata Fatih.
Dari kediamannya di bilangan Bintaro, Sultan bersama beberapa teman SMA-nya mengemudikan kendaraan roda dua ke arah Jalan TB Simatupang, lalu belok kiri ke Jalan Pangeran Antasari.
Setelah menyusuri Jalan Pangeran Antasari sejauh satu kilometer, tiba-tiba ada mobil SUV yang berhenti di depan motor korban.
Mobil itu berhenti karena ada kabel fiber optik yang melintang di tengah jalan.
Sopir SUV yang bergerak perlahan untuk melewati kabel menjuntai diduga salah perhitungan.
Sebab, sopir diduga tak menyadari kabel tersebut menyangkut di bagian atap mobil.
"Karena kabel fiber optik terbuat dari serat baja, kabelnya jadi tidak putus saat tertarik beberapa meter. Kabel justru berbalik ke arah belakang dan menjepret leher anak saya," ujar Fatih.
"Seketika itu juga anak saya langsung terjatuh akibat jeratan kabel," sambung dia.
Korban yang tak sadarkan diri kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Fatmawati untuk mendapat pertolongan pertama.
Akibat kecelakaan itu, Sultan kesulitan untuk berkomunikasi.
Ia bahkan tidak bisa berbicara selama hampir tujuh bulan ini.
Sultan ini sudah tak bisa lagi menggunakan hidung dan mulutnya untuk bernapas usai lehernya terjerat kabel fiber optik pada hari kejadian.
Fatih mengatakan, sang anak kini harus menggunakan alat bantu di tenggorokannya agar bisa bernapas. Sultan hanya bernapas melalui tenggorokan yang di bagian bawah.
Tidak hanya bernapas, Sultan juga tidak bisa makan-minum menggunakan mulut layaknya orang normal. Ia harus memakai selang khusus untuk memperoleh asupan nutrisi sehari-hari.
"Makan minumnya sampai sekarang cuma disuntikkan dari selang. Jadi hanya makanan cair saja yang bisa masuk, susu dan air putih biasanya," tutur Fatih.
Karena hanya cairan yang bisa masuk ke tubuh Sultan, kondisi fisiknya kian memprihatinkan. Tubuhnya semakin kurus karena hanya susu dan air putih yang bisa masuk ke tubuhnya.
"Saat ini berat badan anak saya cuma 46 kilogram, padahal awal berat badan dia 69 kilogram," ucap
Di bagian lalin, kabar kabel optik yang makan korban ini rupanya sudah sampai telinga Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono. Hal ini membuat dia geram.
Ia pun meminta provider dari kabel itu untuk merapikan melalui sarana jaringan utilitas terpadu (SJUT).
"Sampai hari ini sejak menjabat hingga ke depan saya tak mau ada kabel optik yang berantakan. Maka saya minta rapikan," ujar Heru, Jumat (28/7/2023).
Apabila masih menemukan kabel melintang di jalan, Heru akan meminta penanggungjawab pemasang untuk merapikan. Ia juga meminta Dinas Bina Marga untuk mengawasinya.
Sebelum Ceraikan Azizah Salsha, Pratama Arhan Pernah Dapat Pesan Andre Rosiade Soal Komitmen |
![]() |
---|
Rekam Jejak Asep Japar Bupati Sukabumi yang Disentil Dedi Mulyadi, Susah Dihubungi Gubernur Jabar |
![]() |
---|
Sosok Rohmat Pelaku Penculikan dan Pembunuhan Bos Bank Plat Merah, Spesialis IT dan Memata-matai |
![]() |
---|
Rekam Jejak Bambang Tri Mulyono yang Akhirnya Bebas, Dipenjara Gegara Tudingan Ijazah Palsu Jokowi |
![]() |
---|
Gelagat Eras Penculik Bos Bank Plat Merah Usai Ditangkap, Kini Mewek di Hadapan Polisi, Minta Maaf |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.