Gempa Bangkalan

Gempa 5,5 Magnitude di Bangkalan Terasa Hingga ke Bali, Tapi Warga Setempat Tak Merasakan Guncangan

BMKG melaporkan gempa terjadi di Kabupaten Bangkalan pada Jumat (4/8/2023), pukul 07.31 WIB. Namun, masyarakat Bangkalan tidak merasakan getaran gempa

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Ahmad Faisol
Aktivitas masyarakat termasuk latihan gerak jalan siswa di Jalan Raya Jaddih Pasar, Kecamatan Socah, tetap berlangsung di tengah informasi BMKG terkait gempa berkekuatan 5,5 Magnitude di Kabupaten Bangkalan, Jumat (4/8/2023). 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa terjadi di Kabupaten Bangkalan pada Jumat (4/8/2023), pukul 07.31 WIB.

Gempa berkekuatan 5,5 Magnitude dilaporkan berlokasi di 6.32 LS, 113.14 BT.

Meski demikian, masyarakat Bangkalan tidak merasakan getaran gempa yang terjadi di 83 Kilometer Timur Laut dengan kedalaman 636 Kilometer.

Terpantau aktivitas masyarakat hingga pukul 9.43 WIB, berjalan normal. Seperti halnya aktivitas pasar, perkantoran hingga latihan gerak jalan siswa tetap berlangsung.

Baca juga: BREAKING NEWS Gempa 5,5 Magnitude Goncang Bangkalan, Alat Deteksi Tak Berbunyi, BPBD Bersiaga

Baca juga: Gempa di Bangkalan, BPBD Sebut Guncangan Tak Sampai ke Sampang

“Saya memasak pukul 06.00 WIB hingga pukul 07.00 WIB, dan pukul 07.30 berangkat ke kantor. Tapi tidak merasakan getaran, piring-piring di dapur biasanya bergetar kalau ada gempa,” singkat seorang ASN, Sufiati (38), warga Dusun Manggisan, Desa/Kecamatan Burneh kepada SURYA.CO.ID.

Hal senada disampaikan Akub Zainal (40), warga Kampung Jakan, Desa Parseh, Kecamatan Burneh.

Ia mengaku baru menyadari bahwa Bangkalan terjadi gempa melalui ramainya postingan status WhatsApp.

“Kapan terjadi gempa?. Saya tidak merasakan apa-apa. Padahal dari pagi saya beraktivitas di pekarangan rumah,” ungkap Akub ketika dijumpai tengah menonton latihan gerak jalan siswa di Jalan Raya Pasar Jaddih, Kecamatan Socah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan, Geger Hery Susianto menyatakan, pihaknya juga menerima data dan informasi terkait gempa dari BMKG.

Kendati demikian, alat deteksi gempa atau warning receiver system bantuan dari BMKG tidak berbunyi.

“Biasanya kalau terjadi gempa meski bukan di Bangkalan, warning receiver system kami berbunyi selama 5 menit hingga 10 menit. Tetapi kami perintahkan personel tetap siaga,” ungkap Hery.

Mengutip dari akun Twitter resmi BMKG, gempa 5,5 Magnitude di 83 KM Timur Laut Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur, terasa kuat hingga di Gianyar Bali.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan atau korban akibat gempa.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved