Berita Sidoarjo

Mianah Dikunjungi Wabup Sidoarjo, Rumah Lapuknya Diprioritaskan Masuk Program Bedah Rumah

Tak hentinya Mianah mengucapkan sukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantunya. “Matur suwun,” ujar Mianah.

Penulis: M Taufik | Editor: Deddy Humana
surya/m taufik
Wakil Bupati Sidoarjo, Subandi mengunjungi rumah Mianah di Desa Besotretek, Kecamatan Prambon, Kamis (27/7/2023). 

SURYA.CO.ID, SIDOARJO - Wajah Mianah (55) terlihat sumringah saat mendengar rumahnya masuk dalam program bedah rumah hasil kerjasama Pemkab Sidoarjo dan Baznas Sidoarjo. Lebih menggembirakan lagi, kabar itu ia dengar langsung dari Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Subandi yang berkunjung ke rumahnya, Kamis (27/7/2023).

Tak hentinya Mianah mengucapkan sukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantunya. “Matur suwun,” ujar Mianah berulang kali.

Selama ini Mianah tinggal sendirian di rumah yang kondisinya terbilang memprihatinkan. Plafon rumah yang terbuat dari anyaman bambu sudah usang, sebagian besar bahkan sudah runtuh, dan sebagian lain harus ditopang dengan bambu.

Atap rumah juga sudah mengalami kerusakan di beberapa bagian. Ada yang sudah pecah dan kayu penyangganya juga sudah rapuh. Mianah sehari-hari bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak pasti. Tentu ia kesulitan untuk memperbaiki rumahnya.

Melihat itu, Wabup Subandi yang datang bersama tim dari Dinas Sosial dan Baznas, langsung merespon kondisi rumah Mianah. “Bedah rumah Ibu Mianah ini harus kita segerakan. Kondisi kerusakan rumahnya sudah parah, bisa membahayakan jika sewaktu-waktu atapnya runtuh,” ujar Subandi.

Wabup meminta Baznas dan kepala desa setempat untuk segera memproses kelengkapan rehab rumah ini. Dana rehab rumah dari Baznas sebesar Rp 20 juta diharapkan bisa untuk memperbaiki rumah Mianah.

Sementara Dinsos diminta untuk membantu mengurus BPJS Mianah. Perempuan ini diminta oleh Subandi untuk dimasukkan ke jaminan kesehatan gratis.

“Untuk pengerjaan rehab rumahnya, mohon kades dan warga Desa Bendotretek bergotong royong, dipikul bersama. Dananya nanti dari program bedah rumah yang ada,” jelasnya.

Menurut Subandi, Bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) akan terus dikawal dan dimaksimalkan. Penerima program rehab RTLH atau Bedah Rumah merupakan warga tidak mampu, yang kondisinya tidak layak huni.

Desa atau warga yang mengetahui kondisi seperti itu bisa mengusulkan ke Pemkab Sidoarjo. Kemudian dilakukan survey lapangan untuk diikutkan Program Bedah Rumah dari Baznas Sidoarjo. ****

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved