Lirik Sholawat
Lirik Qasidah Burdah Lengkap Terjemahan Indonesia
Berikut lirik Qasidah Burdah atau yang selama ini dikenal sebagai Lirik Sholawat Burdah.
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Musahadah
مَحَضْتَنِي النُّصْحَ لٰكِنْ لَّسْتُ أَسْمَعُهُ - إِنَّ الْمُحِبَّ عَنِ العُذَّالِ فِي صَمَمِ
Maḥḥadhtanin-nush ha lakil-lastu asma'uhu. Innal muhibba 'anil 'udz-dzāli fi shamami.
إِنِّى اتَّهَمْتُ نَصِيْحَ الشَّيْبِ فِي عَذَلِي - وَالشَّيْبُ أَبْعَدُ فِي نُصْحٍ عَنِ التُّهَمِ
Innit-tahamtu nashiḥasy-shaybi fi 'adzali. Wasy-syaybu ab'adu fi nush-hin 'anit-tuhami.
Terjemahan Indonesia
Wahai Tuanku, shalawat dan salam sudi Engkau limpahkan selalu. Kepada kekasih-Mu sebaik-baik makhluk yang Engkau titahkan.
Apakah karena mengingat para kekasih di Dzi Salam (suatu tempat antara Makkah dan Madinah) sana. Engkau deraikan air mata dengan darah duka.
Ataukah karena hembusan angin terarah lurus berjumpa di Kadhimah (suatu jalan menuju Makkah). Dan kilatan cahaya gulita malam dari kedalaman jurang Idham (sebuah jurang di Madinah).
Mengapa kedua air matamu tetap meneteskan airmata? Padahal engkau telah berusaha membendungnya. Apa yang terjadi dengan hatimu? Padahal engkau telah berusaha menghiburnya.
Apakah diri yang dirundung nestapa karena cinta mengira bahwa api cinta dapat disembunyikan darinya. Di antara tetesan air mata dan hati yang terbakar membara.
Andaikan tak ada cinta yang menggores kalbu, tak mungkin engkau mencucurkan air matamu. Meratapi puing-puing kenangan masa lalu berjaga mengenang pohon Ban dan gunung yang kau rindu.
Bagaimana kau dapat mengingkari cinta sedangkan saksi adil telah menyaksikannya. Berupa deraian air mata dan jatuh sakit amat sengsara.
Duka nestapa telah membentuk dua garisnya isak tangis dan sakit lemah tak berdaya. Bagai mawar kuning dan merah yang melekat pada kedua pipi.
Memang benar bayangan orang yang kucinta selalu hadir membangunkan tidurku untuk terjaga. Dan memang cinta sebagai penghalang bagi si empunya antara dirinya dan kelezatan cinta yang berakhir derita.
Wahai pencaci derita cinta kata maaf kusampaikan padamu. Aku yakin andai kau rasakan derita cinta ini tak mungkin engkau mencaci maki.
Kini kau tahu keadaanku, tiada lagi rahasiaku yang tersimpan darimu. Dari orang yang suka mengadu domba dan derita cintaku tiada kunjung sirna.
Begitu tulus nasihatmu, tapi aku tak mampu mendengar semua itu. Karena sesungguhnya orang yang dimabuk cinta tuli dan tak menggubris cacian pencela.
Aku curiga ubanku pun turut mencelaku. Padahal ubanku pastilah tulus memperingatkanku.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/bacaan-sholawat-nabi-muhammad-saw-bisa-untuk-maulid-nabi.jpg)