Berita Probolinggo

5 Fakta Warga Probolinggo Bangun Tembok Tutup Jalan Kampung Imbas Selisih Pembangunan Selokan

Warga di Probolinggo nekat membangun tembok menutup jalan kampung usai berselisih mengenai selokan.  Berikut 5 faktanya.

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti | Editor: Adrianus Adhi
surya/danendra Kusumawardhana
5 fakta akses jalan di tengah kampung dibuntu dengan tembok di Kelurahan/Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, akibat perselisihan rencana pembangunan selokan, Senin (24/7/2023). 

Disebutkan bahwa warga di sebelah timur tidak menyetujui pembangunan selokan.

"Musyawarah pembangunan selokan berlangsung empat kali.

Namun hingga kini tak kunjung ada kesepakatan.

Warga sebelah Timur bersikukuh tidak setuju dibangun selokan," kata Edi kepada SURYA, Senin (24/7/2023).

Baca juga: Berselisih Soal Selokan, Warga di Kota Probolinggo Nekat Dirikan Tembok Menutupi Jalan Kampung

3. Takut Aliran Mampet dan Bau Tak Sedap

Edi menjelaskan, sesuai arahan konsultan, aliran selokan nantinya bermuara ke sungai bagian Timur.

Selokan itu dibangun di tengah jalan permukiman.

Panjang selokan sekitar 117 meter, dihitung dari Barat ke Timur.

Edi mengatakan, warga takut alirannya menjadi mampet dan selokan mengeluarkan bau busuk.

"Alasan mereka tidak menyutujui pembangunan selokan lantaran takut aliran mampet dan memunculkan bau tak sedap.

Tak ada titik temu, akhirnya kami menembok akses jalan," paparnya.

4. Mengganggu Aktivitas Warga

Sementara salah satu warga permukiman wilayah Timur, Nur Muhammad Amiri mengaku kaget dengan pembangunan tembok di tengah jalan itu.

Meski tembok belum terbangun sempurna, aktivitas warga sisi Timur terganggu.

Di wilayah Timur ada dua bangunan rumah yang ditinggali warga, sisanya lahan.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved