Ibadah Haji 2023
Sosok Niron, Jemaah Haji Probolinggo yang Hilang Ditemukan Meninggal, Istri Sempat Tak Mau Makan
Inilah sosok Niron Sunar Sunah (77), jamaah haji asal Probolinggo, Jawa Timur yang ditemukan meninggal dunia di Mekkah, Arab Saudi.
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Musahadah
Saat ditunjukkan foto itu, Kamsani mengangguk, mengiyakan bahwa itu adalah benar suaminya saat dipastikan hingga beberapa kali.
Kamsani kemudian bergegas bersama salah seorang petugas maktab, didampingi Petugas Penyelenggara Haji Indonesia (PPHI) ke ruang penyimpanan jenazah di Rumah Sakit Al Noor di kota Mekkah.
Tiarso saat ditemui di hotel tempat para jemaah haji asal Probolinggo, Jawa Timur ini menginap menjelaskan, saat almarhum Niron terpisah dari rombongan, beberapa rombongan secara berkala ikut membantu mencari keberadaan Niron.
"Istri pak Niron juga sempat ditanya berulang kali, saat terpisah terakhir kali dimana. Kemudian kita bantu cari dan tidak ketemu, sampai akhirnya kami mendapat kabar pak Niron sudah ditemukan," ujar Tiarso.
"Kami diyakinkan oleh foto dan dipastikan oleh istri pak Niron, benar itu suaminya. Awalnya ditujukan kain sarung yang terlilit di kaki. Kemudian istri pak Niron makin yakin dengan gelang karet yang selalu dipakai," kata Tiarso.
Kamsani, cerita Tiarso kembali mengiyakan lagi saat diperlihatkan wajah suaminya secara utuh.
Sebelum akhirnya ditemukan, Kamsani kerap sakit sakitan lantaran tak mau makan sehingga petugas kesehatan terpaksa didatangkan untuk merayu agar mau makan.
Siapkan Kepulangan

Sementara itu, jemaah haji gelombang dua untuk kepulangan ke tanah air, mulai bergerak dari Makkah menuju Madinah secara bertahap mulai 10 juli hingga 24 Juli 2023.
Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah dr. Tri Atmaja Sugiyarno mengatakan, semua tenaga kesehatan dan pendukung yang bertugas di KKHI Madinah sudah siap.
“Seluruh petugas KKHI Madinah telah kembali dari Makkah ke Madinah sejak 7 Juli 2023 dan langsung melakukan persiapan,” katanya, Rabu (12/7/2023).
Persiapan itu diantaranya, kata dia, membersihkan ruang pelayanan yang ada seperti IGD, HCU, ruang nawat inap, dan lain sebagainya
Ia menuturkan, tidak hanya petugas, seluruh alat kesehatan dan logistik obat-obatan, serta perbekalan kesehatan (Perbekkes) juga dimobilisasi kembali ke Madinah.
“Sebelumnya, peralatan itu digunakan untuk operasional pos kesehatan Mina selama puncak ibadah haji atau fase Armuzna,” sambungnya.
Terpisah, Kasi Kesehatan Daker Madinah dr. Thafsin Alfarizi membagikan strategi yang akan dilaksanakan bidang kesehatan di Daker Madinah gelombang kedua.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.