Senin, 18 Mei 2026

Ibadah Haji 2023

PPIH Arab Saudi Bertemu Tabung Haji Malaysia, Bahas Sejumlah Layanan saat di Armuzna

Jemaah haji Malaysia juga mengalami sejumlah layanan yang tidak memuaskan selama di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Tayang: | Diperbarui:
surya.co.id/galih lintartika
Pertemuan PPIH Arab Saudi dengan Tabung Haji Malaysia 

SURYA.CO.ID, MADINAH - Jemaah haji Malaysia juga mengalami sejumlah layanan yang tidak memuaskan selama di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Mereka mendapat tenda jemaah padat dan terjadi keterlambatan distribusi katering. Curhatan itu disampaikan saat ke kantor PPIH Arab Saudi, Sabtu (9/7/2023).

Direktur Eksekutif Tabung Haji Malaysia Dato Sri Syed Saleh juga menilai kualitas pendingin udara di Mina sudah tidak memadai.

“Selama Armina ada sejumlah masalah. Kita lihat di sini di antaranya dari segi ruang untuk jemaah haji di dalam kemah (tenda), terutama di Mina. Kedua, dari segi aturan makan minum agar lebih mengikut jadwal (tidak terlambat),” kata Syed Saleh.

Syed Saleh hadir bersama 20 anggota delegasinya untuk bertukar pengalaman, utamanya terkait sejumlah persoalan yang dihadapi selama fase Armuzna.

Baca juga: Petugas Siap Sambut Kedatangan Jemaah Haji Gelombang II dari Makkah ke Madinah di Terminal Hijrah

Dalam pertemuan ini terungkap bahwa persoalan yang dialami sejumlah jemaah dari dua negara sama, khususnya saat di Armuzna.

Hal itu tidak lain akibat kinerja Mashariq yang tidak professional.

Padahal, Mashariq adalah perusahaan swasta yang ditunjuk otoritas Arab Saudi untuk melayani jemaah haji dari beberapa negara di Asia Tenggara.

“Ketiga, kemudahan (fasilitas) dalam kemah di antaranya pendingin agar lebih diperbaiki lagi. Itu yang harus diberi perhatian,” sambung Syed Saleh.

Ditanya soal kemacetan di Muzdalifah, Syed Saleh mengatakan bahwa kondisi itu juga menjadi bagian yang perlu diperbaiki lagi di masa yang akan datang.

Baca juga: Sederet Pelayanan Buruk yang Didapati Jemaah Haji Malaysia, Fasilitas Tidak Siap dan Air Tak Cukup

Syed Saleh bersyukur seluruh jemaah haji Malaysia bisa menjalani rangkaian ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), dan tidak ada korban jiwa.

Meski demikian, dia melihat ada sejumlah kekurangan dari segi layanan (perkhidmatan) dan fasilitas (kemudahan) yang disediakan Mashariq.

“Ini juga yang dihadapi saban tahun sebelum ini dan juga yang dihadapi oleh negara negara lain. Jadi kita harus mencari satu penyelesaian jangka panjang dalam usaha kita untuk mengatasi kekurangan kekurangan tersebut, terutama sekali dari segi ruangan yang tidak cukup untuk jemaah haji kita. Apalagi bila kita melihat bahwa pada masa yang akan datang, Kerajaan Arab Saudi juga ingin menambah lagi jemaah haji menjelang visi 2030,” paparnya.

“Kita lihat juga dari segi fasilitas layanan dasar (kemudahan-kemudahan asas), bahkan masih harus diperbaiki lagi. Insya Allah kita bersama dengan rombongan Indonesia senantiasa mempunyai perbincangan secara berterusan dengan pihak berwajib, termasuk Kementerina Haji, Mashariq, dan lainnya untuk memastikan bahwa apa yang berlaku (terjadi tahun ini) tidak akan berlaku lagi (terulang) pada tahun-tahun mendatang,” harapnya.

Hal senada disampaikan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved