Haji 2023
Sederet Pelayanan Buruk yang Didapati Jemaah Haji Malaysia, Fasilitas Tidak Siap dan Air Tak Cukup
Inilah catatan mengenai pelayanan buruk yang dialami oleh jemaah haji asal Malaysia, ada air yang tidak cukup.
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Christine Ayu Nurchayanti
Tabung Haji juga menekankan ke Mashariq, bahwa tidak seharusnya mereka menerima jemaah non kuota dalam maktab.
Harus ada maktab khusus bagi jemaah furoda dan non kuota,” sambungnya.
Selain soal keterlambatan, Syed Saleh juga menyoroti kualitas katering di Armina.
Menurutnya, ada juga sajian dengan menu hanya nasi dan telur saja. Makanan juga lambat datang di Mina sehingga menjadi isu besar.
Baca juga: Diiringi Hujan Rintik, Ratusan Jemaah Haji Ponorogo Tiba di Paseban Alun-alun Kabupaten
Belum lagi keberadaan kasur di Mina yang justru mempersempit ruangan.
“Ruangnya sama dengan tahun lalu. Karena ada kasur, malah menjadi makin sempit.
Masing-masing jemaah mempertahankan kasurnya. Kita sedang memikirkan tahun depan tidak perlu pakai kasur, cukup karpet tebal,” paparnya.
“Pendingin udara di Mina juga kurang dingin. Itu sudah 25 tahun belum diganti.
Bahkan, ada satu maktab di mana saluran air kotorannya (najis) bocor,” sambungnya.
Malaysia, kata Syed Saleh, setuju bahwa persoalan yang terjadi di Armina tidak bisa dibiarkan.
Untuk itu, protes atau komplain dari masing-masing pihak harus disampaikan.
“Kita lakukan upaya diplomatik. Menteri kita sudah sampaikan ke Menteri Tawfiq pada 12 Zulhijah.
Kita sedang himpun data untuk sampaikan komplain secara formal,” ujarnya.
Selain Mashariq, Syed Saleh melihat Kementerian Haji dan Umrah Saudi juga harus ikut menyelesaikan masalah di Armina, utamanya yang berkenaan dengan ketersediaan ruang yang cukup.
Selain itu, Kidana juga bertanggung jawab dari sisi penyiapan tenda dan air.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.