Sabtu, 25 April 2026

Berita Tulungagung

Cegah Penularan Hepatitis B Pada Bayi, Ini Langkah Dinas Kesehatan Tulungagung

Dinas Kesehatan Tulungagung meningkatkan penjaringan ibu hamil yang menderita hepatitis B.

Penulis: David Yohanes | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa
Ilustrasi tes Hepatitis B 

Pernah ada seorang ibu positif hepatitis B asal Tulungagung harus melahirkan ke daerah lain.

Namun ternyata rumah sakit tempatnya melahirkan tidak menyediakan HBIg secara gratis, atau harus membeli.

Demi memberikan HBIg gratis, ayah bayi itu harus pulang ke Tulungagung mengambil vaksin di Dinas Kesehatan.

“Ayah bayi kami pinjami termos khusus vaksin itu, lalu dia berangkat lagi ke rumah sakit. Dan alhamdulillah, sebelum 12 jam sudah disuntikkan,” ungkapnya.

Selama tahun 2021 ditemukan 94 ibu hamil dengan hepatitis B, dan di tahun 2022 ditemukan 93 ibu hamil.

Sedangkan hingga pertengahan 2023 ini ditemukan sekurangnya 43 ibu hamil dengan hepatitis B.

Masih menurut Didik, pemberian HBIg berhasil memberikan kekebalan kepada bayi.

Hasilnya, dari bayi yang mereka lahirkan tidak ada satu pun yang tertular hepatitis B.

Hal ini berdasar tes yang dilakukan pada bayi-bayi ini pada usia 9-12 bulan.

“Terbukti HBIg bisa memberikan kekebalan sehingga bayi dari ibu positif hepatitis B ini tidak tertular,” papar Didik.

Selain bayi, tahun ini Dinkes juga akan memberikan vaksin hepatitis B untuk tenaga kesehatan di tahun 2023.

Setiap Nakes akan menerima 3 dosis vaksin hepatitis B, dengan interval pemberian 1 bulan.

Saat ini sudah tersedia 5000 dosis untuk sekitar 1.500 Nakes.

“Para Nakes ini juga risiko tertular hepatitis B dari pasien. Karena itu kami siapkan vaksin bagi mereka yang belum punya kekebalan,” pungkas Didik.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved