Berita Tulungagung
Cegah Penularan Hepatitis B Pada Bayi, Ini Langkah Dinas Kesehatan Tulungagung
Dinas Kesehatan Tulungagung meningkatkan penjaringan ibu hamil yang menderita hepatitis B.
Penulis: David Yohanes | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Dinas Kesehatan Tulungagung meningkatkan penjaringan ibu hamil yang menderita hepatitis B.
Nantinya bayi yang dilahirkan dari ibu positif hepatitis B ini akan diberikan vaksin Immunoglobulin hepatitis B atau hepatitis B immunoglobulin (HBIg).
Pemberian HBIg ini berlaku bagi semua bayi warga negara Indonesia yang lahir di seluruh wilayah Tulungagung.
“Kami tidak melihat KTP-nya dari mana, asal dia lahir dari ibu yang positif hepatitis B, kami akan berikan HBIg,” terang Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes Tulungagung, Didik Eka.
Menurut Didik, hepatitis B adalah penyakit yang bisa mengakibatkan kematian.
Tanpa pemberian vaksin HBIg, maka bayi yang lahir dari ibu positif hepatitis B berpotensi tertular penyakit yang sama.
Langkah utama yang dilakukan Dinkes adalah melakukan deteksi dini, utamanya kepada pasangan usia subur.
“Sebelum mereka program anak, kami dorong untuk tes hepatitis B ke rumah sakit Pemkab Tulungagung dan Puskesmas. Biayanya gratis,” sambung Didik.
Selain pasangan usia subur, deteksi dini hepatitis B juga diwajibkan untuk ibu hamil.
Khusus ibu hamil, tes bisa dilakukan di fasilitas milik Pemkab dan swasta, termasuk klinik dan bidan secara gratis.
Jika ada ibu hamil yang positif hepatitis B maka akan dipantau secara khusus.
Saat persalinan, bayinya wajib diberi vaksin HBIg sebelum 12 jam secara gratis.
Membeli sendiri, vaksin harganya mencapai Rp 2.000.000 per dosis.
Dinkes akan mengupayakan ketersediaan HBIg dengan segala upaya.
“Kalau kami kehabisan, akan minta tolong provinsi atau pinjam ke daerah tetangga. Pokoknya HBIg itu harus ada saat bayi dengan ibu positif hepatitis B lahir,” tegas Didik.
Pernah ada seorang ibu positif hepatitis B asal Tulungagung harus melahirkan ke daerah lain.
Namun ternyata rumah sakit tempatnya melahirkan tidak menyediakan HBIg secara gratis, atau harus membeli.
Demi memberikan HBIg gratis, ayah bayi itu harus pulang ke Tulungagung mengambil vaksin di Dinas Kesehatan.
“Ayah bayi kami pinjami termos khusus vaksin itu, lalu dia berangkat lagi ke rumah sakit. Dan alhamdulillah, sebelum 12 jam sudah disuntikkan,” ungkapnya.
Selama tahun 2021 ditemukan 94 ibu hamil dengan hepatitis B, dan di tahun 2022 ditemukan 93 ibu hamil.
Sedangkan hingga pertengahan 2023 ini ditemukan sekurangnya 43 ibu hamil dengan hepatitis B.
Masih menurut Didik, pemberian HBIg berhasil memberikan kekebalan kepada bayi.
Hasilnya, dari bayi yang mereka lahirkan tidak ada satu pun yang tertular hepatitis B.
Hal ini berdasar tes yang dilakukan pada bayi-bayi ini pada usia 9-12 bulan.
“Terbukti HBIg bisa memberikan kekebalan sehingga bayi dari ibu positif hepatitis B ini tidak tertular,” papar Didik.
Selain bayi, tahun ini Dinkes juga akan memberikan vaksin hepatitis B untuk tenaga kesehatan di tahun 2023.
Setiap Nakes akan menerima 3 dosis vaksin hepatitis B, dengan interval pemberian 1 bulan.
Saat ini sudah tersedia 5000 dosis untuk sekitar 1.500 Nakes.
“Para Nakes ini juga risiko tertular hepatitis B dari pasien. Karena itu kami siapkan vaksin bagi mereka yang belum punya kekebalan,” pungkas Didik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Ilustrasi-tes-Hepatitis-B.jpg)