Berita Trenggalek

Sudah Sampai Asrama Haji, CJH Asal Trenggalek Batal Berangkat Haji karena Sakit

Seorang Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Trenggalek gagal terbang ke tanah suci bersama CJH lainnya karena jatuh sakit.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Rahadian Bagus
dok.ist
Muriati (85) Mendapatkan Perawatan di RSU Haji Surabaya Setelah Kesehatannya Menurun. (ist) 

SURYA.CO.ID,TRENGGALEK - Seorang Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Trenggalek gagal terbang ke tanah suci bersama CJH lainnya karena jatuh sakit.

Muriati (85) jamaah Kelompok Terbang (Kloter) 47 asal Kecamatan Panggul masuk Rumah Sakit Umum Haji Surabaya pada pukul 01.00 Sabtu (10/6/2023) dini hari.

Ia terlihat lelah setelah menempuh perjalanan dari Kabupaten Trenggalek pada Jumat (9/6/2023) dan tiba di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) Sukolilo pada malam hari.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU), Kantor Kemenag Trenggalek, Agus Prayitno mengatakan CJH asal Trenggalek sudah berangkat ke Arab Saudi pada Sabtu (10/6/2023) malam.

"Sementara Bu Muriati sampai sekarang masih dalam perawatan, jadi belum ikut berangkat ke Arab Saudi," kata Agus, Minggu (11/6/2023).

Namun begitu tidak menutup kemungkinan Muriati tetap bisa berangkat tahun ini jika kondisi kesehatannya terus membaik dan mendapatkan rekomendasi dari dokter untuk berangkat. 

"Jadi untuk sementara ditunda untuk fokus pengobatan, kalau sehat nanti kita berangkatkan bersama sisa kuota Trenggalek," lanjutnya.

Sebelum Muriati, dua CJH asal Trenggalek lainnya juga ditunda keberangkatannya karena sakit. 

CJH tersebut adalah Mahfud Ngabsir Hasan (66) asal Desa Ngetal, Kecamatan pogalan dan Sayuri Musahir Sodarmo (85) asal Desa Sukorame, Kecamatan Gandusari.

Agus Prayitno mengatakan dua jemaah tersebut masuk rumah sakit pada Kamis (8/6/2023) malam.

"Dua-duanya lansia, kesehatannya menurun, lalu salah satunya ada gejala sakit jantung. Oleh dokter disarankan untuk tidak berangkat dulu," kata Agus, Jumat (9/6/2023) ditemui di Pendopo Manggala Praja Nugraha di sela-sela pemberangkatan CJH Trenggalek. 

Karena tiga CJH tersebut tidak berangkat, jumlah CJH asal Trenggalek yang berangkat adalah 518 CJH dari yang semula 521 CJH.

Sama seperti Muriati, Agus mengatakan jika dalam waktu dekat kedua CJH tersebut diperbolehkan untuk berangkat, keduanya akan diikutkan kloter terakhir sehingga tetap bisa berangkat tahun ini.

"Jika oleh dokter belum diperbolehkan akan diprioritaskan untuk berangkat tahun depan," kata Agus.

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved