Mahasiswi Ubaya Dibunuh
SIASAT LICIK Pembunuh Mahasiswi Ubaya Angeline Terkuak, 2 Minggu Kuasai STNK Mobil lalu Bujuk Ini
Siasat licik Rochmat Bagus Apriatma (41) sebelum membunuh mahasiswi Universitas Surabaya (Ubaya) Angeline Nathania diungkap ayah korban.
Penulis: Tony Hermawan | Editor: Musahadah
SURYA.CO.ID - Siasat licik Rochmat Bagus Apriatma (41) sebelum membunuh mahasiswi Universitas Surabaya (Ubaya) Angeline Nathania diungkap ayah korban.
Ternyata sebelum menghabisi nyawa Angeline Nathania, Rochmat Bagus Apriatma sudah merencanakan mengusai mobil Xpander milik keluarga yang biasa dipakai mahasiswi Ubaya tersebut.
Bambang Sumarjo, ayah dari Angeline mengungkapkan dua minggu sebelum Angeline menghilang, Rochmat sudah memegang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) mobil Xpander milik keluarga.
Bambang menduga bahwa surat kendaraan tersebut direbut oleh pelaku agar Angeline setuju untuk memberikan mobil tersebut kepada Rochmat sebagai jaminan pinjaman.
"Semuanya terlihat seperti sudah direncanakan. Pakaian yang dikenakan oleh anak saya terlihat baru. Sepertinya dibeli oleh pelaku. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku telah melakukan segala upaya untuk mendapatkan mobil tersebut," ujar Bambang kepada SURYA.co.id, Jumat (9/6/2023) malam.
Baca juga: SOSOK Rochmat Guru Musik Pembunuh Mahasiswi Ubaya yang Masukkan Jasad Korban Dalam Koper, Psikopat?
Dengan dasar itu, Bambang menuntut agar Rochmat dijerat pasal tentang pembunuhan berencana karena tragedi yang menimpa putrinya telah direncanakan pelaku jauh sebelumnya.
Terkait pengakuan Rochmat yang brersikeras bahwa dia membunuh Angeline karena sakit hati, dan hingga saat ini, bukti yang mendukung tuduhan pembunuhan berencana masih minim, Bambang pun bereaksi.
"Saya mendengar pernyataan dari pelaku bahwa dia hanya spontanitas dalam membunuh anak saya. Saya merasa hal itu sangat tidak masuk akal, mengingat sebelumnya dia telah mengincar kendaraan kami. Hal ini dapat dibuktikan dengan hilangnya STNK dua minggu sebelum kejadian ini," ungkapnya.
"Mungkin dia menghadapi masalah keuangan dan terdesak sehingga merencanakan tindakan ini," imbuhnya.
Terakhir, Bambang sekali lagi menegaskan bahwa harapannya agar pelaku dapat dijatuhi hukuman seumur hidup atau bahkan hukuman mati.
"Ini harus menjadi pelajaran bagi semua orang. Bergaul dengan orang seperti ini sangat berbahaya, terutama bagi para generasi muda, terutama perempuan. Mereka harus dijaga dan berhati-hati saat berkenalan dengan individu seperti ini, yang bisa diibaratkan sebagai predator," tandasnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya berjanji mendalami kasus ini.
Langkah-langkahnya polisi bakal mendekati orang-orang terdekat pelaku maupun korban. Supaya dapat menemukan bukti baru sebelum berkas perkara ini diserahkan ke kejaksaan.
Detik-detik Pembunuhan

Sebelumnya, polisi mengungkap detik-detik pembunuhan Angeline Nathania.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.