Berita Viral

5 FAKTA Nenek Asmah yang Ditemukan di Hutan: Hilang Sebelum Lebaran, Kelaparan Selama Bertahan

Berikut fakta Nenek Asmah yang ditemukan di tengah hutan setelah dua bulan menghilang dari rumah.

Penulis: Akira Tandika Paramitaningtyas | Editor: Musahadah
Kolase Surya.co.id
Nenek Asmah ditemukan di dalam parit di hutan Pekalongan, setelah menghilang selama dua bulan. 

SURYA.CO.ID - Berikut fakta Nenek Asmah yang ditemukan di tengah hutan setelah dua bulan menghilang dari rumah.

"Lapar", itu kata yang disampaikan Nenek Asmah ketika ditemukan di tengah hutan Pekalongan oleh warga sekitar.

Entah sudah berapa lama Nenek Asmah bertahan di dalam hutan. Yang pasti saat ditemukan, Nenek Asmah berada di dalam parit.

Baca juga: Detik-detik Mengerikan saat Jembatan di India Runtuh, Satu Orang Hilang dan Videonya Viral

Melansir beberapa sumber, berikut fakta mengenai penemuan Nenek Asmah yang sudah menghilang selama dua bulan.

1. Ditemukan di parit tengah hutan

Nenek Asmah (72) yang tinggal di Kepa Duri RT 7 RW 8 Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, ditemukan telantar di tengah hutan Dukuh Semampir, Desa Kesesi, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, pada Minggu (4/6/2023).

Bahkan saat ditemukan, kondisi nenek malang ini sangat memprihatikan, dia berada di aliran parit dan kondisi tidur menyamping.

Nenek Asmah, pertama kali ditemukan warga yang sedang mencari pakan untuk ternak di tengah hutan tersebut.

Saat ditemukan, nenek Azmah memakai daster dan kerudung berwarna biru.

Tidak hanya itu, di sebelah nenek malang tersebut hanya ditemukan 3 buah benda yakni sebatang kayu dan nasi bungkus serta minuman.

"Nenek Azmah saat ditemukan itu ditengah hutan yang jarang dilalui orang yang melintas. Hanya warga yang mencari pakan untuk ternak melintas tersebut," kata Asma Kurniaji Sekdes Kesesi kepada Tribunjateng.com, Rabu (7/6/2023).

Nenek Asmah ditemukan di dalam parit di hutan Pekalongan, setelah menghilang selama dua bulan.
Nenek Asmah ditemukan di dalam parit di hutan Pekalongan, setelah menghilang selama dua bulan. (Kolase Surya.co.id)

2. Lokasi penemuan tak jauh dari rumah warga

Adanya laporan dari warga, ia pun melaporkan kejadian ini ke Polsek Kesesi.

Kemudian, anggota Polsek Kesesi pun datang bersama warga dan perangkat desa untuk mengevakuasi nenek yang malang tersebut.

Ia menceritakan, nenek tersebut ketika ditemukan merintih kelaparan dan minta ingin pulang.

Kemudian, lokasi ditemukan pun jauh dari pemukiman warga sekitar 5 km.

"Katanya sudah tiga hari tiga malam berada di tengah hutan. Saya lapar, mau pulang."

"Saat hendak dievakuasi, awalnya nenek tersebut tidak mau diangkat. Bahkan dipegang pun ia tidak mau. Lalu, saya rayu nenek Asmah dan alhamdulilah mau dievakuasi," ucapnya.

Baca juga: Dilaporkan Seminggu Hilang, Kakek Warga Awar-awar Situbondo Ditemukan Membusuk di Ladang Tebu

3. Evakuasi berjalan dramatis

Upaya evakuasi pun berjalan sangat dramatis, warga bersama anggota Polsek Kesesi harus berjalan sejauh 5 km agar bisa ke lokasi nenek tersebut.

Tidak hanya itu, mereka harus melewati sungai sebanyak dua kali dan perbukitan yang kondisi jalannya naik turun.

"Nenek Asmah, akhirnya mau di evakuasi menggunakan tandu yang dibuat anggota Polsek Kesesi bersama warga. Tandu ini menggunakan bambu dan sarung. Nenek itu ditandu dengan menggunakan sarung dan lalu diangkat ramai-ramai oleh warga serta polisi."

"Kita juga harus melintasi sungai dua kali, dan perbukitan agar bisa sampai ke mobil polisi. Alhamdulillah, bisa dievakuasi," imbuhnya.

Setelah berhasil dievakuasi, nenek Asmah langsung dibawa ke RSUD Kesesi untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh petugas medis.

"Ketika ditemukan, nenek itu sangat kotor banget dan sangat basah. Karena ia (nenek Asmah) berendam di aliran parit tersebut. Saat dievakuasi posisinya miring terus, karena sudah kram kali tubuhnya," katanya.

4. Keterangan keluarga Nenek Asmah

Sementara itu, sang anak yang menjelaskan kapan ibu hilang akhirnya mengungkap kronologi.

Aye (50), anak kandung Asmah mengungkapkan, mamaknya sudah pergi sejak lebaran Idul Fitri kurang tiga hari atau pada 18 April 2023.

Sebelum pergi, mamaknya atau ibunya itu bilang hendak ke rumah adiknya di daerah Tangerang.

''Emang mamak suka bepergian sendiri ke Tangerang, dan tidak mau kalau diantar. Sudah biasa, pergi ke sana pagi setelah itu sore balik. Kalau pergi tidak pernah lama, dan baru yang terakhir ini paling lama,'' kata dia.

Ia mengaku sangat kuatir waktu mamaknya pergi dan tidak pulang dari Tangerang di sore harinya. Kejadian mamaknya yang pergi dan tidak langsung pulang tersebut merupakan yang pertama kalinya terjadi.

Waktu ibunya tidak pulang, ia sudah melapor ke RT, RW, dan Dinsos tapi baru hari Senin (5/6/2023) dapat kabar ibunya ditemukan.

"Kami baru mendapat kabar ditemukannya mamak dari pihak RT tempat mamak tinggal di Kepa Duri, Kebon Jeruk. Alhamdulillah mamak saya bisa ditemukan."

"Saya sedih sebelumnya, karena dua bulan tidak ada kabar mamak dan ditemukan dalam kondisi seperti ini. Alhamdulillah, bisa ditemukan dengan selamat," ucapnya.

Ia pun sudah membelikan baju lebaran baru buat mamaknya, akan tetapi sebelum lebaran ibunya menghilang.

"Alhamdulillah baju lebaran bisa dipakai, rasanya senang sekali. Saya mengucapkan terimakasih kepada warga Kabupaten Pekalongan, pak polisi, RSUD Kesesi, dan dinsos yang sudah menemukan mamaknya," imbuhnya.

5. Kondisi Nenek Asmah

Kasi Keperawatan RSUD Kesesi, Sugeng Riyanto, menyampaikan kondisi pertama Asmah saat dibawa ke RSUD Kesesi dalam keadaan benar-benar sangat lemah.

Pihaknya memperkirakan sudah beberapa hari Asmah tidak makan, sehingga kondisinya seperti itu.

''Ini diketahui karena saat diminta untuk duduk, dia tidak mampu dan hanya bisa tidur-tiduran saja. Keadaan fisiknya juga kotor, karena ditemukan di pinggir sungai."

"Alhamdulillah setelah kami melakukan perawatan, kondisi fisiknya berangsur-angsur pulih dan sehat. Lalu, untuk biaya rumah sakit kami gratiskan, atas instruksi dari Bupati Pekalongan Fadia Arafiq untuk kasus perawatan bagi orang telantar tidak dipungut biaya,'' katanya.

Sementara itu, Moureta V Loreent Kabid Rehabsos Dinsos Kabupaten Pekalongan mengatakan, langkah dari dinsos yang pertama kordinasi dari berbagai pihak dan pihaknya mengucapkan terimakasih kepada desa, polsek, RSUD Kesesi, dan LAZISMU yang nantinya akan mengantar nenek Asmah ke Jakarta.

"Dari kami menjaga komunikasi ke beberapa pihak. Kebetulan kita biasa bermitra dengan pihak swasta. Alhamdulillah, segala sesuatunya sampai dengan di Kebun Jeruk di rumahnya gratis," katanya.

Pihaknya menambahkan, awal pertama ia mendapatkan informasi dari carik Desa Kesesi.

Setelah mendapatkan informasi itu, ia mengarahkan agar nenek Asmah dibawa ke RSUD Kesesi.

"Dan alhamdulilah RSUD Kesesi menyambut baik, sampai berhasil ditemukan oleh keluarganya."

"Rencananya pada malam ini, nenek Asmah akan dipulangkan ke Jakarta," tambahnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved