Rabu, 15 April 2026

Berita Surabaya

Sosok Terduga Teroris di Surabaya yang Ditangkap Densus 88, Ternyata Penjual Teh dan Obat Herbal

Densus 88 Mabes Polri menangkap seorang terduga teroris berinisial ABU (52) yang bermukim di Jalan Kalimas Madya Surabaya

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: irwan sy
Istimewa
Densus 88 Antiteror Mabes Polri saat melakukan pengamanan depan rumah ABU, selama proses penggeledahan dan penyitaan pada Jumat (2/6/2023). 

"Enggak. Ada yang tanya, dari wakil RT. Teroris, katanya. Saya juga bingung. Orangnya (adik saya) juga gak kemana-mana kok. Kita enggak tahu. Tahun kemarin juga begitu (kasus tahun 2006 yang menimpa adiknya). Aneh gitu lho," jelasnya. 

Namun, disinggung mengenai langkah hukum yang dilakukan oleh pihak keluarga atas kasus hukum yang menimpa ABU, dirinya memilih pasrah dan berserah diri kepada Tuhan. 

"Gak ada. Kita kehabisan uang. Saya cuma mau ngomong sama Allah. Mudah-mudahan dihancurkan yang menyuruh. Anaknya turunannya. Kalau sudah dihancurkan, mudah-mudahan gila," jelasnya. 

Kasus hukum atas dugaan tindak pidana terorisme kali ini, menurut Said Umar, merupakan kasus kedua yang menyeret adiknya, ABU. 

Sekitar 17 tahun lalu, tepatnya tahun 2006 silam, adiknya itu pernah ditangkap atas dugaan keterlibatan aksi terorisme. 

"Dibilang bebas, dimasukno di malang. Enggak tahu menjalani apa. Tapi sudah bebas masih diawasi. Dibilang kasus sama," terangnya. 

Said Umar tidak mengetahui pasti aktivitas apa yang dilakukan sang adik hingga akhirnya terseret kasus hukum dugaan tindak pidana terorisme sebanyak dua kali. 

Setahu dia, sang adiknya memiliki aktivitas berkumpul dan mengaji secara berkala, bertempat di sebuah masjid yang berada dalam kawasan Sidotopo, Kenjeran, Surabaya

Terkadang aktivitas berkumpul dan mengajinya itu berlangsung di luar Kota Surabaya.

Said Umar juga tidak tahu, ke mana saja tujuan dan lokasi pengajian yang dilakukan sang adik dan kawan-kawannya. 

"Dia memang ngaji. Kadang di Sidotopo (masjid). Kadang-kadang di luar kota. Tapi enggak ngerti. Luar kotanya kita enggak pernah tanya. Enggak tahu," katanya. 

Mengenai profesi dan penghasilan sang adik hingga bisa menghidupi istri dan kelima anaknya. 

Said Umar mengatakan, adiknya itu diketahui meracik teh herbal yang dijual di beberapa toko yang bersedia menjual produk buatannya.

Kemudian, ada juga produk obat-obatan herbal berbahan minyak zaitun. 

Bahkan, kepiawaian meracik obat-obatan herbal itu, membuat sang adik sempat membuat produk cuka berbahan buah yang berkhasiat meningkatkan imunitas tubuh selama pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu. 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved