Rabu, 8 April 2026

Berita Surabaya

Sosok Terduga Teroris di Surabaya yang Ditangkap Densus 88, Ternyata Penjual Teh dan Obat Herbal

Densus 88 Mabes Polri menangkap seorang terduga teroris berinisial ABU (52) yang bermukim di Jalan Kalimas Madya Surabaya

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: irwan sy
Istimewa
Densus 88 Antiteror Mabes Polri saat melakukan pengamanan depan rumah ABU, selama proses penggeledahan dan penyitaan pada Jumat (2/6/2023). 

SURYA.co.id, SURABAYA - Densus 88 Mabes Polri menangkap seorang terduga teroris berinisial ABU (52) yang bermukim di Jalan Kalimas Madya Surabaya, Jumat (3/5/2023) kemarin. 

Penangkapan terhadap ABU dilakukan oleh anggota kepolisian tepat di depan gang utama permukiman rumahnya. 

Setelah ABU diamankan, anggota kepolisian berjumlah lebih 25 orang melakukan penggeledahan dan penyitaan di dalam rumah ABU. 

Kakak kedua ABU, Said Umar (58) mengatakan, adiknya itu ditangkap anggota kepolisian saat hendak mengantar pakaian untuk anak ABU yang sedang bersekolah di salah satu SD swasta di kawasan Jalan Benteng, Ujung, Semampir, Surabaya.  

ABU ditangkap saat berada di atas bonceng ojol yang dipesan oleh sang adik dari depan rumah dan disergap saat melintas keluar dari gapura depan gang permukiman rumahnya, berjarak kurang dari 50 meter, Sekitar pukul 08.30 WIB, Jumat (2/6/2023). 

"Dia mau ke pondok anaknya. Tapi kok gak balik," ujar Said saat ditemui awak media di kediamannya, Sabtu (3/6/2023) malam. 

Anggota kepolisian melakukan penggeledahan dan penyitaan barang bukti buku sejumlah 43 buku dan sebuah alat panah beserta busurnya, dari dua kamar dan dua lemari di dalam rumah. 

Mengenai buku-buku yang disita, Said Umar tidak mengetahui, alasan anggota kepolisian menyita benda-benda berbentuk buku dan beberapa lembar dokumen.

Padahal, beberapa buku yang di sita itu, ada juga milik pribadinya, bukan milik sang adik. 

"Ada buku dia, ada buku saya. Iya kitab kitab, ada lembaran lembaran kertas apa enggak tahu. Saya lihat 5 biji, saya enggak tahu," jelasnya. 

Kemudian, mengenai busur dan anak panahnya yang disita itu.

Said Umar menegaskan, benda itu bukan senjata milik adiknya, melainkan alat olahraga di sekolah dari anak ABU atau keponakannya, yang memang sudah lama tidak terpakai. 

"Panah itu, punya anaknya sekolah di AR (inisial sekolah). Disuruh gurunya. Ada (panah) yang plastik, tapi gak dibawa. Iya alat olahraga di sekolahan. Sudah enggak dipakai sejak lama. Ya 1 set itu," katanya. 

Said Umar tak menampik bahwa adiknya itu ditangkap atas kasus dugaan tindakan terorisme. 

Meskipun sejatinya, dirinya dan anggota keluarga yang lain juga tidak terlalu mengetahui detail aktivitas dari sang adik hingga akhirnya berujung berurusan dengan pihak berwajib. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved