Berita Sidoarjo

Dampak Pandemi Sebabkan Angka Pengangguran di Sidoarjo Tertinggi se-Jatim, Didominasi Lulusan SMK

Berdasarkan data BPS, setelah pandemi reda, angka penurunan pengangguran di Sidoarjo juga terhitung paling tinggi.

Penulis: M Taufik | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/M Taufik
Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor saat menghadiri acara job matching BKK SMK Sidoarjo yang digelar di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sidoarjo, Rabu (17/5/2023). 

SURYA.CO.ID, SIDOARJO - Angka pengangguran di Kabupaten Sidoarjo masih tertinggi di Jawa Timur. Yang cukup mengejutkan, ternyata para pengangguran di Kota Delta itu didominasi oleh lulusan SMK.

Tingginya angka pengangguran itu, disebut merupakan dampak pandemi Covid-19. Banyak lapangan kerja tutup, sedikit lapangan kerja baru, sementara lulusan sekolah terus bertambah.

Setelah pandemi reda, angka penurunan pengangguran di Sidoarjo juga terhitung paling tinggi. Faktornya, banyak lapangan kerja baru mulai terbuka paskapandemi ini.

Dari data BPS tahun 2020, pengangguran lulusan SMK sebanyak 15 persen. Angka itu terus menurun. Di tahun 2021 turun menjadi 10,86 persen, kemudian tahun 2022 tercatat kembali menurun menjadi 5,72 persen.

“Penurunannya cukup drastis. Dan hal itu terus kami upayakan agar persoalan pengangguran benar-benar bisa terselesaikan,” kata Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor di sela acara job matching BKK SMK Sidoarjo yang digelar di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sidoarjo, Rabu (17/5/2023).

Bupati Gus Muhdlor berharap, melalui berbagai program dan kegiatan yang digelar, lulusan SMK tidak akan lagi menjadi penyumbang angka pengangguran di Kabupaten Sidoarjo.

Melalui job matching bursa kerja khusus (BKK) SMK, para pelaku usaha dipertemukan dengan pencari kerja dari lulusan SMK. Pemerintah memfasilitasi agar dua pihak sama-sama diuntungkan. Perusahaan dapat karyawan, pengangguran terentaskan.

Dalam kegiatan ini, ada ratusan lowongan pekerjaaan disediakan. Perusahaan dapat menemukan calon pekerja sesuai kualifikasi yang diinginkan. Para pencari kerja juga dapat menemukan posisi yang sesuai dengan keahliannya.

"Komitmen Kabupaten Sidoarjo untuk supporting lulusan SMK, agar Sidoarjo menjadi sejahtera, agar TPT terjaga sangat kuat," ungkap Gus Muhdlor.

Disebutnya, bahwa job matching BKK SMK benar-benar berdampak positif menurunkan angka pengangguran.

Hasilnya telah terlihat. Dari 15 persen TPT yang disumbang lulusan SMK ditahun 2020, menurun menjadi 5,72 persen di tahun 2022 lalu.

Bupati berharap penurunan tersebut akan memupus stikma bahwa lulusan SMK menjadi penyumbang terbesar pengangguran di Sidoarjo.

"Dari data tersebut, langkah-langkah kerja sama antara sekolah SMK dengan perusahaan terus kami dorong untuk menekan angka pengangguran di Kota Delta ini," tandas Gus Muhdlor.

Job matching kali ini diikuti 21 SMK yang tersebar di Kecamatan Tulangan, Krembung, Tanggulangin, Porong dan Kecamatan Jabon.

Terdapat 20 perusahaan yang menyediakan 169 lowongan pekerjaan ikut ambil bagian. Seperti PT SOS Indonesia, PT Mega Global Food, PT Sun Paper Source, PT Pakerti Riken Indonesia dan sejumlah perusahaan lainnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved