KKB Papua
KELICIKAN KKB Papua Penyandera Pilot Dikuliti Susi Pudjiastuti, Berdalih Negosiasi Malah Tembaki TNI
Kelicikan KKB Papua penyandera pilot Susi Air Philips Mehrtens dikuliti oleh sang pemilik maskapai, Susi Pudjiastuti.
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Musahadah
Ia mengatakan evaluasi tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat dan secara mendalam.
"Dalam waktu dekat Panglima TNI akan melakukan evaluasi yang mendalam berkaitan dengan peristiwa ini," kata Julius.
Bahkan hari ini, Senin (17/4/2023) Panglima TNI Laksamana Yudo Margono akan bertolak ke Papua.
Laksamana Yudo Margono rencananya akan didampingi KSAD Jenderal Dudung Abdurachman dan Pangkostrad Letjen Maruli Simanjuntak.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksda Julius Widjojono mengkonfirmasi kabar tersebut.
"Betul (Panglima TNI, KSAD, dan Pangkostrad akan ke Papua besok)," kata Julius ketika dihubungi Tribunnews.com, Minggu (16/4/2023).
Julius juga mengkonfirmasi kunjungan tersebut terkait dengan operasi pencarian pilot Susi Air yang disandera Kelompok Separatis Teroris (KST) Papua.
Kunjungan itu juga terkait insiden kontak tembak prajurit TNI dan KST di wilayah Mugi-Mam Kabupaten Nduga Papua pada Sabtu (16/4/2023).
"Antara lain (terkait dengan pencarian pilot Susi Air atau peristiwa di Mugi-Mam)," kata Julius.
Pilot Susi Air Justru Sudutkan Indonesia
Tiga bulan lebih disandera kelompok kriminal bersenjata KKB Papua atau Kelompok Separatis Teroris (KST), Pilot Susi Air Kapten Philip Mark Mehrtens membuat kabar yang menyudutkan pemerintah Indonesia.
Pilot Susi Air Kapten Philip Mark Mehrtens menuding pemerintah Indonesia melepas bom di area konflik KKB Papua.
Hal itu diungkapkan dalam video berdurasi 1 menit 38 detik yang viral di media sosial.
Kapten Philips Max Marten yang disandera KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya sejak Februari 2023, membeberkan kondisinya hingga Senin (24/4/2023).
Pilot asal dari Selandia Baru ini menyebut kondisinya baik-baik saja.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.