Berita Surabaya
Tim Anti Bandit Polsek Wonocolo Surabaya Buru Komplotan Curanmor yang Beraksi Bawa Celurit
Tim Antibandit Polsek Wonocolo Polrestabes Surabaya terus memburu anggota komplotan maling motor bersenjata tajam celurit
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Titis Jati Permata
"Pelaku itu sudah masuk DPO. Sedang kami buru. Cara aksi mereka berkeliling biasanya. Dan mengincar motor warga di permukiman kosan di Surabaya," katanya saat dihubungi, Senin (8/5/2023).
Sutrisno menduga, jumlah komplotan curanmor yang mempersenjatai diri menggunakan celurit saat beraksi itu, memiliki jumlah komplotan lebih dari lima orang.
Oleh karena itu, sejak beberapa pekan lalu, Tim Antibandit-nya terus melakukan pengintaian dan pengejaran terhadap keberadaan anggota komplotan curanmor berbahaya itu di Pulau Mandura.
"Mohon waktu. Anggota kami masih di lapangan untuk melakukan pengejaran. Tentu setiap perkembangan penyelidikan kasus, kami akan ungkap ke publik," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Tim Antibandit Polsek Wonocolo Polrestabes Surabaya berhasil menangkap satu diantara lima orang komplotan maling motor bersenjata celurit yang beraksi di banyak lokasi Kota Surabaya.
Tersangka yang ditingkap itu, seorang bujang berinisial AKJ (26) warga Bangkalan, Jatim, yang selama ini bekerja sebagai tukang parkir di minimarket kawasan Bangkalan.
Seraya menundukkan kepala, tersangka AKJ mengaku, dirinya memang beraksi sesuai dengan informasi awal mengenai lokasi keberadaan motor warga kosan yang terbilang aman karena minimnya pengawasan.
Selain itu, dirinya juga bersama temannya berinisial GF yang kini telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), kerap berkeliling Kota Surabaya, untuk mencari sasaran motor warga.
"Ya jalan mutar aja. Saya berangkat dari Madura, ke Surabaya, pagi-pagi untuk cari. Langsung dibawa ke Madura. Bukan saya yang jual. Tapi teman saya. Sasaran lokasi perkampungan," ujar tersangka AKJ, di halaman Mapolsek Wonocolo Surabaya, Sabtu (6/4/2023).
Setelah berhasil, tersangka AKJ menambahkan, motor curian bakal langsung dibawa ke penadah di Kabupaten Bangkalan.
Harga jual motor tiap selesai mencuri, ia mengaku tidak mengetahuinya.
Karena tugas menjual motor curian yang baru didapatkan, dilakukan temannya yang kini sedang diburu Polisi.
Namun, setiap beraksi tersangka AKJ mengaku, memperoleh uang bagi hasil dari aksi pencurian motor tersebut, sekitar Rp800 ribu.
Kini, ia mengaku kapok menjalankan aksi kejahatannya. Dan meminta maaf kepada korban ataupun masyarakat yang merasa dirugikan.
"Saya dikasih Rp800 ribu. Uang buat beli baju. Belum berkeluarga, enggak pakai jimat. Saya menyesal dan mengakui salah. Saya minta maaf," pungkas pria yang kesehariannya bekerja sebagai tukang parkir itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Kapolsek-Wonocolo-Polrestabes-Surabaya-Kompol-Bayu-Halim-Nugroho.jpg)