Berita Viral
Sepak Terjang AKBP Achiruddin Hasibuan hingga Dinonjobkan Imbas Biarkan Anak Aniaya Mahasiswa
Inilah sepak terjang AKBP Achiruddin Hasibuan hingga akhirnya dinonjobkan imbas biarkan anaknya, Aditya Hasibuan, aniaya mahasiswa.
Penulis: Arum Puspita | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.CO.ID - Inilah sepak terjang AKBP Achiruddin Hasibuan hingga akhirnya dinonjobkan imbas biarkan anaknya, Aditya Hasibuan, aniaya mahasiswa.
Sosok AKBP Achiruddin Hasibuan masih menjadi perbincangan hangat warganet di media sosial.
Ia diduga membiarkan putranya menganiaya mahasiswa bernama Ken Admiral, pada Desember 2022 lalu.
Sejak itulah, kehidupan pribadi Achiruddin 'dikuliti' warganet yang geram dengan sikapnya.
Berdasarkan sepak terjang AKBP Achiruddin Hasibuan, ia diduga juga pernah terlibat kasus penganiayaan.
Tepatnya pada 2017 lalu, Achiruddin kabarnya pernah menganiaya seorang tukang parkir, Najirman (64) di salah satu restoran yang ada di Jalan H Adam Malik, Medan.

Saat itu, AKBP Achiruddin Hasibuan masih menjabat sebagai Kasat Narkoba Polresta Deliserdang dan menyandang pangkat Kompol (Komisaris Polisi).
Kala itu, Achiruddin tidak terima ditegur lantaran salah parkir sehingga menganiaya Najirman.
Atas kejadian ini Najirman (64) pun dikabarkan sempat melaporkan kasus ini ke polisi.
Terkait kasus penganiyaan ini, Kabid Propam Polda Sumut Kombes Dudung mengaku belum mengetahui kasus ini. Dirinya pun menyatakan belum menerima laporan.
"Yang kami ketahui sesuai dengan laporan polisi tanggal 7 Februari, kami baru mendalami LP yang tanggal 7 februari, ini yang 2017 belum kami terima laporannya," kata Dudung.
Siasat licik AKBP Achiruddin Hasibuan
Di bagian lain, terungkap siasat licik AKBP Achiruddin Hasibuan untuk menutupi kasus penganiayaan Ken Admiral yang dilakukan oleh putranya.
Hal tersebut diungkap ibu Ken Admiral, Elvi Indri Putri.
Elvi menjelaskan, usai kejadian penganiayaan, AKBP Achiruddin menyuruh Ken masuk ke dalam rumahnya.
"Tapi senjata tetap dari berapa meter diarahkan," ucap Elvi, dikutip dari Tribun Medan.
Kemudian, AKBP Achiruddin meminta seseorang untuk merekam saat dia seolah sedang menasihati Aditya dan Ken.
"Saat masuk, Pak Achiruddin mengambil video, di situ terlihat pak Achiruddin seolah menasihati anaknya (Aditya), dan menasihati anak saya (Ken Admiral), 'ngapain berantem hanya karena begini'," ungkapnya.
Elvi menilai, hal itu berbanding terbalik dengan perlakuan AKBP Achiruddin kepada Ken.
Bahkan, AKBP Achiruddin membiarkan korban terluka tanpa ada upaya memberi pertolongan pertama.
"Kalau memang dia niat baik, tidak mungkin dia biarkan anak saya lebih dari binatang dipijak-pijak di depan sana, dia diam saja," lanjutnya.
Usai menasihati Aditya dan Ken, AKBP Achiruddin menganggap kasus penganiayaan itu telah berakhir.
"Terus dia bilang, 'sudah ya sudah damai', anak saya (Ken) tidak mungkin bilang tidak, dia tahu Pak Achiruddin polisi, dia takut," terangnya.
Setelah itu, lanjutnya, Achiruddin memberi Ken uang sebesar Rp 1 juta untuk biaya pengobatan korban.
"Akhirnya dikasih uang Rp 1 juta, 'ini uang bawa berobat'. Baru dari situ anak saya dibawa keluar dari rumah itu, dibawa ke rumah sakit Bunda Thamrin karena darahnya keluar terus-terusan. Tidak ada upaya Pak Achiruddin ambil obat," pungkasnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.