Mata Lokal Memilih
Survei Indopol: Elektabilitas Ganjar Pranowo di Jatim Masih Tinggi, Tak Terdampak Isu Piala Dunia?
Indopol Survey & Consulting mengungkap tingginya elektabilitas Ganjar Pranowo di Jawa Timur dalam survei terbarunya
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Indopol Survey & Consulting mengungkap tingginya elektabilitas Ganjar Pranowo di Jawa Timur dalam survei terbarunya yang dirilis pada Jumat (14/4/2023).
Dengan kata lain, benarkah Ganjar Pranowo tak terpengaruh isu pembatalan Piala Dunia?
Sebagaimana diketahui, Ganjar dinilai berbagai pihak ikut berkontribusi membuat Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) mencopot Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U20. Sebab, Ganjar sempat lantang menolak kepesertaan Timnas Israel.
Direktur Eksekutif Indopol Survey, Ratno Sulistiyanto menjelaskan, bahwa pihaknya belum bisa memastikan pengaruh isu pembatalan dunia dengan elektabilitas Ganjar.
Sebab, survei yang dirilis pihaknya bertepatan dengan kali pertama Ganjar mengeluarkan statemen penolakan terhadap Israel pada Kamis (23/3/2023).
Untuk diketahui, survei ini dilakukan pada periode 16-24 Maret 2023. Sedangkan pembatalan Piala Dunia baru disampaikan FIFA pada Sabtu (29/3/2023).
"Survei ini dilakukan persis pada saat Ganjar menolak Israel. Sehingga, belum tergambarkan secara detail di survei," kata Ratno di Surabaya, Sabtu (15/4/2023).
Sekalipun demikian, Ratno mengakui sudah ada sentimen negatif di media sosial kepada Ganjar saat survei ini dilakukan.
"Kami meyakini memang membuat perubahan (elektabilitas). Tapi, seberapa siginifikan perubahan itu? Ini perlu penelitian kembali," ujarnya.
Namun, Ratno memang melihat gejala pengaruh tersebut mulai nampak pada sebaran pemilih Ganjar yang menurun di basis metropolis/arek. Di kawasan Arek yang terdiri Surabaya, Kota/Kabupaten Malang, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, hingga Jombang, elektabilitas Ganjar hanya sekitar 36,9 persen.
Sekalipun relatif masih lebih tinggi dibanding Bakal Calon Presiden lain seperti Prabowo Subianto (18,3 persen) dan Anies Baswedan (8,6 persen), namun perolehan Ganjar di kawasan ini belumlah maksimal dibanding kawasan lain.
"Elektabilitas Ganjar justru tertinggi di wilayah Pantura (51,7 persen) seperti Lamongan dan Tuban," ungkap Ratno.
Menurutnya, gejala ini banyak dipengaruhi sentimen negatif terhadap Gubernur Jawa Tengah ini di media sosial.
"Kawasan metropolis yang sangat melek gadget dibandingkan daerah lain memberikan andil belum optimalnya hasil Ganjar di kawasan ini," Ratno menuturkan.
"Sebaliknya, kawasan yang belum banyak terpapar media sosial, masih memiliki basis loyal terhadap Ganjar. Namun sebagai catatan, survei ini dilakukan baru pada hari pertama statemen Ganjar itu disampaikan," imbuhnya.
Berebut Suara Nahdliyin di Pilkada Sidoarjo 2024, Dr Mahir Amin: Silakan Beradu Gagasan |
![]() |
---|
Anak Muda Ngerti Politik, Punya Andil Besar Sukseskan Pemilu 2024 |
![]() |
---|
Hasil Survei Indopol Terbaru: PDI Perjuangan Masih Unggul di Jawa Timur |
![]() |
---|
Kunjungi Tokoh dan Ponpes di Banyuwangi, Anies Baswedan: Kegiatannya Memang Silaturahmi |
![]() |
---|
Usai Temani Prabowo Subianto Temui Relawan di Solo, PDIP Panggil Gibran, Berikut Penilaian Pengamat |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.