Mata Lokal Memilih

Berebut Suara Nahdliyin di Pilkada Sidoarjo 2024, Dr Mahir Amin: Silakan Beradu Gagasan

Siapa yang bisa meraih suara warga Nahdlatul Ulama, dialah yang bakal menjadi pemenang dalam Pilkada Sidoarjo 2024.

Penulis: M Taufik | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/M Taufik
Suasana Talkshow dengan tema "Berebut Suara Nahdliyin di Pilkada Sidoarjo" yang digelar di studio TribunJatim Network. 

SURYA.CO.ID, SIDOARJO - Siapa yang bisa meraih suara warga Nahdlatul Ulama, dialah yang bakal menjadi pemenang dalam Pilkada Sidoarjo 2024

Maklum, sebagian besar warga Kota Delta merupakan kaum nahdliyin.

Bahkan disebut oleh Wakil Sekretaris PCNU Sidoarjo Dr Mahir Amin, sekitar 90 persen warga Sidoarjo merupakan warga NU. Termasuk yang struktural maupun kultural. 

“Di Pilkada 2024 ini ada dua pasangan calon. Silakan beradu gagasan untuk meraih simpati warga Nahdliyin,” kata Mahir saat menjadi nara sumber dalam talkshow di TribunJatim Network, Kamis (24/10/2024). 

Pihaknya berharap, pasangan calon (paslon) bukan cuma menebar janji. Tapi lebih pada program-program konkret dan program nyata untuk meyakinkan warga Nahdliyin di Kota Delta. 

NU secara tegas memposisikan diri sebagai pihak yang netral dalam Pilkada. Termasuk banom-banomnya. Fatayat, Muslimat, Ansor dan sebagainya. 

“Tapi secara individu, warga NU boleh menentukan pilihan. Termasuk para tokoh-tokoh NU yang tersebar di berbagai wilayah Sidoarjo. Nah, sekarang tinggal bagaimana paslon meyakinkan mereka,” tandasnya. 

Juru bicara pasangan nomor 1 Subandi-Mimik Idyana, Aulia Mawardhika yang juga menjadi nara sumber dalam acara ini menegaskan, bahwa calonnya sudah membuktikan itu. 

Yang terbaru, Subandi-Mimik menjadi satu-satunya paslon yang diundang dan hadir langsung dalam acara Sholawatan dan Pengajian bersama Gus Kautsar, Gus Miftah dan Habib Zaidan dalam peringatan Hari Santri serta menyambut 100 tahun HUT Ponpes Alfalah Ploso yang digelar di GOR Sidoarjo. 

“Ribuan warga NU tumpah ruah di sana. Berselawat dan ngaji bareng pak Subandi-Bu Mimik Idayana. Selain itu, Pak Subandi dan Bu Mimik juga kerap kali turut serta dalam kegiatan-kegiatan serupa. Pengajian, selawatan dan berbagai acara ala Nahdlatul Ulama di Sidoarjo,” kata Aulia. 

Dalam programnya, masih menurut Aulia, Subandi-Mimik telah menyiapkan insentif untuk guru-guru ngaji. 

Kemudian, penguatan pondok pesantren, pemberdayaan UMKM, dan berbagai program lain yang tercatat ada 14 program kerja utama. 

“Kedekatan Pak Subandi dan Bu Mimik kepada para tokoh NU serta para santri sudah tidak diragukan lagi. Itu sangat terlihat saat periode kemarin Pak Bandi menjabat sebagai Wakil Bupati hingga Plt Bupati. Berbagai program juga telah dijalankan. Program baik untuk masyarakat Sidoarjo, yang tentunya juga untuk warga Nahdliyin, karena masuk tiras masyarakat Sidoarjo adalah Nahdliyin,” urainya. 

Sementara Samsul Hadi, Sekretaris Tim Pemenangan paslon nomor 2 Achmad Amir Aslichin-Edy Widodo, yang juga menjadi nara sumber menyebut, Paslon Iin-Edy terlihat lebih dekat dengan Nahdlatul Ulama. 

Apalagi paslon ini diusung PKB, PDIP dan beberapa parpol koalisinya. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved