SOSOK Kontraktor Korban Pembunuhan Berantai Dukun Pengganda Uang Mbah Slamet, Hilang Sejak 2021
Inilah sosok Mulyadi (46), warga Kota Palembang, Sumatera Selatan, diduga menjadi salah satu korban pembunuhan berantai dukun pengganda uang, Tohari (
"Saya sudah laporan polisi, sudah ketemu Pak Tohari (Mbah Slamet), cuma kabur-kabur terus. Pernah ketemu di Polsek, dia bawa pengacara, mengelak terus," kata Hidayat.
Setelah lebih dari setahun, pencarian keluarga akhirnya membuahkan hasil setelah adanya kabar penemuan mayat korban penggandaaan uang.
Hidayat meyakini, satu di antara sembilan mayat yang belum teridentifikasi merupakan kakaknya. Namun, untuk memastikannya harus menunggu tes DNA.
"Untuk saat ini keterangan dari pelaku memang Pak Mul (Mulyadi) yang jadi korban. Tapi untuk tes DNA belum tahu, masih menunggu anaknya dari Palembang," ujar Hidayat.
Hidayat menuturukan, sebelum hilang Mulyadi sempat mengajaknya pergi bersama menemui Mbah Slamet.
"Selama ini Pak Mul sama saya terus, karena kerja bareng. Sempat ngajak ke sini, tapi karena ada kegiatan di Palembang saya tidak ikut," ungkap Hidayat.
Menurut Hidayat, keluarga telah berulang kali mengingatkan Mulyadi agar tidak percaya dengan penggandaan uang.
"Sering mengingatkan supaya jangan percaya hal-hal kayak gitu, karena itu mustahil. Mungkin karena terjerat utang, jadi mungkin pikiran ke mana-mana," kata Hidayat.
Hidayat mengaku, tidak mengetahui berapa uang yang diserahkan Mulyadi kepada Mbah Slamet. Namun, yang pasti, mobil milik korban raib bersamaan dengan hilangnya Mulyadi.
"Waktu itu (menemui Mbah Slamet) bawa mobil Innova, hilang, sampai sekarang tidak bisa dilacak. Kalau uang kurang paham," ungkap Hidayat.
Diberitakan sebelumnya, sembilan korban pembunuhan dukun pengganda uang dimakamkan di Desa Balun, Kecamatan Wanyasa, Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (4/4/2023) sore.
"Sembilan jenazah dimakamkan di sini. Sembilan belum teridentifikasi, hanya jenis kelamin, enam jenzah laki-laki dan tiga perempuan," kata Kanit 3 Polres Banjarnegara Iptu Imam Sanyoto.
Sementara itu, Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto belum dapat memastikan salah satu mayat tersebut bernama Mulyadi. Pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Diberitakan sebelumnya, tersangka pembunuhan TH (45) alias Mbah Slamet si dukun pengganda uang ditangkap polisi lantaran membunuh para korbannya.
Ia mengiming-imingi para korban dengan keuntungan besar bilamana menggandakan uang di tempatnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.