SOSOK Kontraktor Korban Pembunuhan Berantai Dukun Pengganda Uang Mbah Slamet, Hilang Sejak 2021

Inilah sosok Mulyadi (46), warga Kota Palembang, Sumatera Selatan, diduga menjadi salah satu korban pembunuhan berantai dukun pengganda uang, Tohari (

Editor: Musahadah
kolase tribun jateng/kompas.com
Hidayat (kanan), adik Mulyadi yang jadi korban pembunuhan berantai Mbah Slamet. Jasad Mulyadi ditemukan bersama pacarnya. 

"Di masing-masing liang didapati botol Aqua. Secara medis mati lemas tidak ada unsur kekerasan," terang Kapolda.

Ia meminta kepada masyarakat yang merasa kehilangan keluarga supaya menghubungi polisi terutama dari daerah yang disebut tersangka.

"Tidak harus di Banjarnegara, bisa di polres wilayah kami, nanti untuk dilakukan pengambilan data antemortem," paparnya.

Kasus tersebut terbongkar berasal dari pesan WhatsApp korban Paryanto kepada anaknya.

Anaknya lantas melapor ke polisi, setelah diinterogasi, tersangka Slamet Tohari mengaku telah membunuh lima orang.

Para korbannya dikubur di lokasi sama di jalan setapak area perkebunan dusun Balun, Wanayasa, Banjarnegara.

"Awalnya mengaku lima, setelah dibongkar ternyata ada sembilan mayat," ucap Kapolda. 

Siapa sebenarnya Mulyadi? 

Tersangka TH alias Mbah Slamat dan rekannya BS (kiri) Pengalian mayat korban dukun di Banjarnegara (kanan)
Tersangka TH alias Mbah Slamat dan rekannya BS (kiri) Pengalian mayat korban dukun di Banjarnegara (kanan) (Kolase Tribun Jateng/Permata Putra Sejati)

Dikutip dari kompas.com, Mulyadi dilaporkan hilang sejak 2021 setelah bertemu dengan Mbah Slamet di rumahnya Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Adik Mulyadi, Hidayat (33) menceritakan, kakaknya yang merupakan kontraktor perumahan ini dikenalkan dengan Mbah Slamet oleh seseorang yang tidak dikenal.

"Sepengetahuan saya dikenalkan orang, tapi saya tidak tahu orangnya," kata Hidayat, usai pemakaman korban dukun pengganda uang di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Selasa (4/4/2023).

Mulyadi mengatakan, kakaknya datang dua kali menemui Mbah Slamet. Pada pertemuan yang kedua kakaknya tak pernah kembali ke rumah.

"Bulan Oktober 2021 pergi, setelah sampai sini (mengirim) WhatasApp saya, share location. Seminggu dari situ kemudian hilang," ujar Hidayat.

Keluarga lantas melacak keberadaan Mulyadi, sesuai dengan lokasi yang ditunjukkan dan melaporkan ke polisi.

Hidayat juga sempat beberapa kali menemui Mbah Slamet, namun tidak membuahkan hasil.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved