Pemilu 2024
Wawancara Eksklusif Cak Masteng, Ketua DPD Partai Hanura Jatim
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Jawa Timur menargetkan bisa mengangkat perolehan kursi di Pemilu 2024.
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Rahadian Bagus
Nanti kita dijebak korupsi, itu memang menjadi ketakutan dia. Saya bilang diluar itu coba dipelototi. Karena jangan hanya anggota dewan yang sering di media. Anggota dewan yang tidak pernah muncul justru baik-baik saja. Program di masyarakat lancar. Keluarganya sakinah mawaddah warahmah kan begitu. Opininya kan politisi selingkuh. Itu yang kemudian kita selami di masing-masing temen muda itu baik yang sudah berkeluarga ataupun yang belum untuk menjadi satu kesatuan. Hatinya bareng. Karena pertama kami harus tahu dulu. Dalam proses perjalanan itu akhirnya ketemu.
Terakhir saya sampaikan ke beliau-beliau itu. Sampean kan tokoh semua, diantara tokoh ini kan tentu ada yang ditokohkan. Nah kalau sampean sepakat ya sokong mereka. Kalau dalam satu periode perjalanan tidak memberi manfaat kepada sampean, habisi ditengah jalan. Karena harus dilakukan reward and punishment. Saya sampaikan itu bisa.
Kalau punya catatan negatif dalam perjalanan dia menerima amanah, bisa dipecat atau di-PAW dan lain-lain. Saya sampaikan begitu. Karena apa, semua harus belajar. Saya bilang mungkin lima tahun kedepan, kalian adalah calon wali kota Surabaya. Mungkin delapan tahun ke depan kalian jadi calon gubernur. Saya bilang saya hanya mengantarkan yang muda-muda. Resonansi itu yang saya sampaikan ke para anak muda. Bukan kemudian takut dengan politik yang mahal, atau difitnah politisi itu selingkuh dan korupsi misalnya. Tapi bagian dari bakti kita pada negara untuk urusan itu.
- Artinya Hanura akan menunjukkan bahwa stigma negatif dunia politik tidak sepenuhnya betul?
+ Saya bilang ke temen millenial, kalian kan sudah tuntas dengan urusan pribadi. Secara ekonomi, sudah punya mobil, rumah, habis itu mau ngapain lagi. Kalau secara ekonomi tumbuh, uang sudah didepositokan, sekarang tinggal tunjukkan bakti kepada negara. Salah satu bakti itu bisa lewat Hanura.
Dalam proses kami menyongsong Pemilu kami juga membantu temen-temen. Maksudnya yang sudah tertarik ke Hanura, yakin betul dengan dapilnya kita ajak diskusi dulu. Karena biasanya kan latah. Setelah diskusi kita dorong dia lebih pas di dapil tertentu. Karena ketika bercerita, jaringannya lebih pas. Itu kita lakukan. Sehingga nantinya pas dengan pilihan hati dia, pilihan potensi untuk bisa jadi. Sehingga tidak sekedar menjadi caleg.
- Bagaimana strategi Hanura Jatim untuk menjadikan daerah-daerah sebagai basis suara, lalu target perolehan untuk seluruh kabupaten/kota itu berapa?
+ Jadi kalau untuk tahun 2014 kami kan 67 kursi di DPRD Kabupaten/kota. Kemudian di 2019 jadi 46. Kalau berdasarkan kesepakatan dengan 38 kabupaten/kota itu kita naik menjadi 103 kursi. Dari 46 jadi 103 kursi. Yang sudah kita lakukan adalah success story. Kita bisa memilah anggota dewan di Hanura yang 46 itu kan mayoritas sudah periode kedua. Ada juga yang sudah tiga periode. Bahkan juga ada yang empat periode. Tapi sebelumnya yang 2004 itu partai lain.
Mereka ini kan rata-rata dapat 8 ribu hingga 12 ribu suara. Bappilu sudah turun jauh-jauh hari untuk memotret untuk berdiskusi dengan temen-temen itu dulu bagaimana untuk menjadi dewan. Kemudian bagaimana dia mempertahankan pada 2009, 2014 dan 2019 kemarin. Kan Hanura konflik 2019, kenapa dia masih bertahan. Strategi dia itu sudah ada di kita semua.
Contoh di Tuban itu kita kan 1 kursi. Mas Musa itu dulu dari partai lain. Kalau dibiarkan saja tanpa ada ikhtiar dengan success story kita, ke depan ya pasti satu. Karena Mas Musa ini triknya luar biasa. Dari success story itu kita perlebar termasuk kita berikan kepada calon yang mau masuk ke Hanura. Menjadi caleg kabupaten, ada yang habis Rp 2 Miliar tapi gak jadi. Itu calon partai lain. Yang dari Hanura habis Rp 1 Miliar tidak jadi juga ada.
Tapi ada yang hanya Rp 100 juta, Rp 85 Juta itu jadi. Kita juga ada yang modal Rp 55 juta jadi anggota dewan di Pemilu 2019. Jadi baru ada yang satu periode, ada yang sudah periode kedua. Tapi temen-temen yang sudah dua periode, tiga periode itu bercerita ada yang hanya modal Rp 35 juta. Tapi 2014 di periode kedua malah habis Rp 100 juta. Pada yang sekarang, saya habis Rp 200 juta.
Kenapa bisa naik saya bilang. Mungkin karena gayanya sudah berbeda. Mempertahankan sudah lebih susah karena pemilih yang sebelumnya ikhlas membantu terus berpikir ini kan sudah satu periode. Jadi akhirnya muncul angka seratus itu tadi. Success story itu yang menjadi keyakinan kita, dan kita sampaikan ke semua caleg yang mau masuk ke Hanura. Bahwa seratus juta bisa jadi anggota DPRD kabupaten/kota yang penting terapinya terukur dan tepat.
Kalau untuk provinsi, ya politik itu kan butuh logistik. Kami punya satu namanya Mas Bambang Rianto itu dari dari Dapil Tulungagung-Blitar beliaunya pada 2009 itu anggota DPRD Kota Blitar kemudian 2014 dan 2019 naik ke provinsi. Beliaunya juga gak habis banyak. Karena beliau kan punya hak dalam proses jaring aspirasi itu. Tapi beliaunya sudah bisa memastikan. Jadi kalau tiga kabupaten/kota dalam dapilnya itu dia kan sudah punya potret. Dia fokus disana.
- Anda sendiri untuk Pemilu 2024 juga akan nyalon?
+ Karena saya ketua partai tentu menjadi kewajiban untuk menjadi caleg. Dan saya memilih di Trenggalek, Pacitan, Ponorogo, Magetan dan Ngawi. Dapil Jatim IX. Insyaallah kami meyakini, kami kan partai menengah bukan partai besar meskipun partai lama. Sehingga kami memanfaatkan peluang di kursi ke 7, 8, 9, 10 apalagi untuk provinsi kan ada 12 kursi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/ketua-dpd-partai-hanura-jatim-yunianto-wahyudi.jpg)