Kamis, 28 Mei 2026

Pemilu 2024

Wawancara Eksklusif Cak Masteng, Ketua DPD Partai Hanura Jatim

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Jawa Timur menargetkan bisa mengangkat perolehan kursi di Pemilu 2024.

Tayang:
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Rahadian Bagus
TribunJatim Network
Ketua DPD Partai Hanura Jatim Yunianto Wahyudi 

- Apakah ada evaluasi terkait penurunan kursi Hanura di DPRD Jatim, apakah juga karena ada konflik di tingkat pusat?

+ Satu, karena konflik berkepanjangan itu. Karena kemudian terjadi proses, ada caleg sudah daftar tapi karena melihat ada konflik kemudian jadi mundur. Itu kan mempengaruhi. Kedua, kesinambungan tandem. Jadi caleg DPRD Kabupaten/kota, dengan provinsi dan DPR RI itu yang kemarin hilang. Makanya, kalau total akumulasi di DPRD kabupaten/kota di Jawa Timur itu 46 kursi. Kemudian provinsi 1 kursi, ini kan gak masuk akal. 

Kami ibaratkan seperti Nganjuk. Dapil Nganjuk, Madiun. Nganjuk itu kami dapat 6. Kemudian Kabupaten Madiun kami dapat 2. Kemudian Kota Madiun dari 1 hilang. Dalam logika saya, harusnya kalau dengan 6 ditambah 2 jadi 8, itu kan pijakan dasarnya ada. Harusnya provinsi kan ada. Tapi ternyata tidak ada. Itu sudah kita evaluasi. 

Kemudian di Dapil Trenggalek, Pacitan, Ponorogo, Ngawi dan Magetan. Ini semuanya dapat kursi. Trenggalek 2, Pacitan 3, Ponorogo, Magetan sama Ngawi itu masing-masing dapat 1 kursi. Dari 12 kursi yang diperebutkan, harusnya kan dapat kursi. Itu karena tidak ada proses kesinambungan antar caleg provinsi dan kabupaten/kota. Jadi jalan sendiri-sendiri. 

- Apa yang sudah dilakukan Hanura agar hal itu tidak terjadi lagi?

+ Jadi yang sudah kami lakukan, kami kalau setiap keliling tidak memposisikan sebagai atasan. Jadi, kalau kami keliling ke kabupaten/kota kami memposisikan sebagai kawan dan sebagai sahabat. Bahwa saya Ketua DPD memang iya. Tapi bukan kemudian seperti pejabat yang harus disambut mewah. 

Saya lebih suka dateng ke rumah Ketua DPC, datang ke rumah anggota DPRD. Terus yang kedua, saya di awal ketika rapat DPD sudah kita sampaikan. Bahwa ada 43 pengurus DPD Jawa Timur. Sejak awal saya sampaikan segera memilih dapil. Ini padahal belum berbicara Pemilu. Biasanya ngambil dapil itu kan karena daerah asalnya, domisilinya. Itu sudah saya ajak sejak awal. 

Jadi, saya ajak dan saya kenalkan dengan DPC dan saya kenalkan dengan anggota DPRD. Dan saya kenalkan dengan jaringan saya. Jadi temen-temen HMI, Kahmi, Ansor, Banser, NU saya ajak ngopi. Saya kenalkan bahwa nanti akan maju di 2024. Karena anggota dewan kami yang 46 itu kadang-kadang ada yang tidak pede. Jadi untuk ketemu dengan Ormas Ansor, Banser, Kahmi itu tidak pede. Jadi dia hanya dengan komunitasnya. Padahal sebagai wakil rakyat tentu sudah harus ngayomi. Tugas menyambungkan itu. Alhamdulillah hari ini berjalan dengan lancar. 

- Banyak parpol memakai strategi memasang tokoh, publik figur untuk dicalegkan. Bagaimana dengan Hanura Jatim untuk meraih sejumlah target?

+ Kalau di tingkat kabupaten/kota, temen-temen banyak yang membuat jejaring dengan mantan-mantan kepala desa. Baik kades satu periode maupun dua periode. Ada yang masih aktif tapi kemudian mencalonkan anak atau istrinya. Itu kan tokoh lokal. Yang kedua, hari ini temen-temen di kabupaten/kota sudah mapping para youtuber di daerah. Ada yang sudah tertarik menjadi caleg tapi minta belum diekspose dulu hari ini. Contoh di Ponorogo, Trenggalek dan Pacitan ada yang setiap bulan para youtuber itu sudah dapat penghasilan besar dari youtube. 

Itu yang kemudian dari proses diskusinya, memang ada yang takut viewernya turun kalau jadi caleg. Tapi dia ini kan punya teman dan keluarga. Saya bilang itu, sehingga nanti justru akan semakin besar viewernya. Tugas dia kan mempromosikan temannya. Kalau ditingkat provinsi, Insyaallah april atau Mei kita akan rilis beberapa misalnya ada duta wisata, anak milenial yang sudah bergabung meskipun belum mau menjadi caleg. Tapi siap jadi jurkam. 

Hari ini yang banyak orang pahami, politik dianggap mahal. Jadi kalau orang mau jadi caleg, jadi anggota partai, kan dihitung waktunya jadi sempit, musuhnya semakin banyak. Akhirnya mereka kan takut. Kami pelan-pelan melakukan edukasi soal itu. Insyaallah Maret/April ini kita akan rilis temen-temen tokoh yang masuk di Hanura Jatim

- Pemilu 2024, diprediksi pemilih millenial dan pemilih pemula akan mendominasi dan cara pendekatannya kan pasti berbeda. Bagaimana strategi Hanura Jatim?

+ Kami sudah melakukan beberapa. Termasuk kami dengan pengurus DPD itu harus mengikuti keinginan kelompok millenial. Misalnya, kelompok millenial suka ngopi di Taman Bungkul. Mereka hidupnya kan berkelompok. Tentu kalau kami langsung mengenalkan diri sebagai partai, pasti daya tolaknya tinggi. Makanya kemudian kita ikut kegiatan mereka. Termasuk komunitas motor, komunitas gamers. Jadi saya juga harus belajar, gamers ternyata asyik juga. Kami menyelami itu, apa sih keinginan dia. Apa sih harapan dia. 

Ketika awal kami masuk itu memang yang tadi saya sampaikan itu, bahwa menjadi politisi itu banyak musuh, menjadi anggota dewan butuh logistik yang besar. Diawal sudah saya sampaikan tidak harus begitu. Kalau kemudian kita kembalikan lagi kepada ruhnya menjadi anggota dewan. Memberikan manfaat kepada masyarakat, bakti kepada negara dan terhadap daerah. Kebanggaan kepada orang tua dan keluarga. 

Sumber: Surya
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved