Anak Petinggi GP Ansor Dianiaya
TERKUAK Rafael Alun Ayah Mario Si Penganiaya Anak Petinggi GP Ansor Diperiksa KPK 2018, Ini Hasilnya
Ternyata, Rafael Alun Triambodo, ayah tersangka penganiaya anak petinggi GP Ansor, Mario Dandy Satriyo, pernah masuk radar Komisi Pemberantasan Korups
SURYA.CO.ID - Ternyata, Rafael Alun Triambodo, ayah tersangka penganiaya anak petinggi GP Ansor, Mario Dandy Satriyo, pernah masuk radar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena harta kekayaannya dinilai tidak wajar.
Tak hanya masuk radar KPK, Rafael Alun juga pernah dipanggil dan diperiksa KPK terkait sumber-sumber kekayaannya.
Dikatakan Pahala Nainggolan, Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Rafael Alun memang melaporkan harta kekayaannya ke KPK tepat waktu.
Saat itu, harta kekayaan yang dilaporkan ada sekitar Rp 50 miliar.
"Kita lakukan verifikasi. Setelah verifikasi, Pak Rafael masik radar karena 50 (miliar rupiah) sekian," ungkap Pahala Nainggolan dalam wawancara di program Metro Siang, Metro TV, Sabtu (25/2/2023).
Baca juga: UPDATE NASIB Rafael Alun, Ayah Mario Terancam Sulit Mundur dari ASN karena Hartanya, MAKI: Tak Wajar
Tak hanya memeriksa Rafael, saat itu KPOK juga mengecek kebenaran laporan itu ke BPN, lalu ke perbankan.
"Apakah ada rekening lain atas nama yang bersangkutan, istri, anak-anaknya. Juga ke bursa efek, ke asuransi, ke semua pihak yang punya jarinagn data base ke KPK secara elektronik," ungkap Pahala.
Hasil klarifikasi ini, ternyata semua yang tertulis secara dokumen sudah dilaporkan dalam LHKPN Rafael Alun.
Meski demikian, KPK saat itu masih perlu berkooordinasi dengan Inspektorat Jenderal Kementerian Keungan.
Gunanya, agar Inspektorat kementerian memverifikasi data-data itu karena mereka mempunyai data lain dan mereka juga yang mengetahui gaya hidup keluarganya.
"Tahun 2019 kita datang ke Kementerian Keuangan kita sampaikan semua data-data karena kita punya surat kuasa dari beliau," tegasnya.
Apakah memang harta kekayaan Rafael janggal?
Menurut Pahala, kalau dibilang hartanya itu tiba-tiba, tidak juga, namun secara umum profilnnya tidak fit.
"Dia eselon III, kita tahu gajinya berapa, tunjangan berapa. Kecuali istri ada usaha, atau dapat warisan.
Dia masuk radar 2018 karena memang tidak fit, ini pejabat eselon III tapi kok hartanya sekian, akhirnya kita lakukan pemeriksaan.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.