Ledakan di Ponggok Blitar
Update Ledakan di Ponggok Blitar, Polisi Duga Ada Mal Prosedur saat Peracikan Bahan Petasan
Peracikan bahan baku petasan diduga dilakukan dua korban, Arifin dan Deni Widodo. Arifin dan Widodo merupakan anak Darman.
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, BLITAR - Polisi menduga ada aktivitas peracikan bahan baku petasan ketika terjadi ledakan hebat di rumah Darman (65), di Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar.
Peracikan bahan baku petasan diduga dilakukan dua korban, Arifin dan Deni Widodo. Arifin dan Widodo merupakan anak Darman.
Dalam peristiwa itu, Darman bersama kedua anaknya Arifin dan Widodo serta satu kerabatnya, Betrisa Neswa Roszi (17) meninggal dunia akibat ledakan dari bahan petasan.
Hal itu disampaikan Kapolres Blitar Kota, AKBP Argowiyono, Selasa (21/2/2023).
Argo mengatakan, dari hasil penyelidikan sementara terjadi mal prosedur pada saat peracikan bahan petasan oleh Arifin dan Widodo.
"Dari penyelidikan sementara, kejadian itu terjadi karena adanya mal prosedur pada saat dilakukan peracikan (bahan petasan) oleh Arifin dan Widodo. Ada tiga orang di belakang rumah. Sedang Darman perkiraan di depan rumah," kata Argo.
Baca juga: Jenazah Tiga Korban Ledakan di Ponggok Blitar Akan Dimakamkan Satu Liang
Baca juga: Warga Sekitar Lokasi Ledakan di Ponggok Blitar Trauma, Sempat Kira Gunung Kelud Meletus
Menurut Argo, Darman memang pemilik rumah, tapi perannya tidak signifikan dalam peristiwa itu.
Ia menduga, Darman hanya mengetahui, tapi tidak terlibat langsung dalam proses peracikan bahan petasan.
"Jadi yang tersisa hanya residu atau sisa-sisanya. Semua sudah diambil sampel oleh Labfor dan positif. Ada sisa belerang atau sulfur, sisa potasium, dan arang. Jadi diyakini di situ adalah tempat peracikan bahan petasan," kata Argo.
Dikatakannya, bahan-bahan itu yang diduga diolah oleh korban untuk menjadi black powder atau bubuk bahan petasan.
"Mungkin saat peracikan ada yang bermasalah atau ada yang menimbulkan efek, sehingga menimbulkan suatu reaksi kimia hingga meledak," ujarnya.
Menurutnya, berdasarkan pengalaman tim yang sudah beberapa kali melakukan identifikasi dan dengan melihat efek ledakan dan efek terjadinya kerusakan yang begitu dahsyat di lokasi diperkirakan bahan baku petasan yang diracik diperkirakan lebih 20 kilogram.
Baca juga: Bayi Perempuan Dibuang di Warung Kopi Kabupaten Banyuwangi, Begini Kondisinya
Baca juga: Sosok Dokter Karneni yang Namanya Disematkan di RSUD Campurdarat Tulungagung
"Tetapi, kami untuk memastikan tidak bisa, karena tidak tersisa lagi. Jadi yang tersisa hanya residu atau sisa-sisanya," katanya.
Dikatakannya, polisi akan mengejar dari mana asal bahan baku petasan yang didapat korban.
"Ini menjadi tugas kami, sehingga proses ini masih penyelidikan. Penetapan tersangka akan melalui mekanisme gelar," ujarnya.
BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/update-Karangbendo-Ponggok-Kabupaten-Blitar-Selasa-2122023.jpg)