Kamis, 23 April 2026

Berita Malang Raya

Di Kota Malang, Warga Diajak Gemar Konsumsi Makanan Mengandung Protein Hewani

Gerakan Protein Hewani digawangi Dinas Kesehatan Kota Malang melalui unit-unit Puskesmas hingga Posyandu.

Penulis: Benni Indo | Editor: Titis Jati Permata
pixabay.com
Foto Ilustrasi menu berbahan dasar protein hewani 

SURYA.CO.ID, MALANG - Pemkot Malang mengajak masyarakat mengkonsumsi makanan yang mengandung protein hewani.

Gerakan ini dilakukan untuk menekan potensi kasus stunting.

Gerakan Protein Hewani digawangi Dinas Kesehatan Kota Malang melalui unit-unit Puskesmas hingga Posyandu.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif menyampaikan hampir seluruh kelurahan memiliki kasus stunting.

Akan tetapi ada beberapa wilayah kelurahan yang memiliki angka kasus yang tinggi di Kota Malang.

“Di Kelurahan Ketawanggede, Sumbersari, Merjosari dan Tlogomas cukup tinggi. Rata-rata di 57 kelurahan ada kasus,” jelas Husnul.

Untuk itu program seperti Gerakan Protein Hewani akan disasar pula di kelurahan-kelurahan dengan kasus stunting tinggi.

Meski begitu unit-unit puskesmas sudah diinstruksikan untuk melakukan sosialisasi lebih gencar di berbagai kelurahan wilayahnya masing-masing.

Dipaparkan Husnul, stunting bisa dicegah secara maksimal berdasarkan kesadaran atau pola makan sehat masyarakat.

“Sejak dini harus dibiasakan. Tidak hanya saat ibu sedang hamil saja. Anak-anak sejak kecil dibiasakan makan makanan sehat. Paling tidak ada asupan gizi setiap hari yang masuk dengan menyediakan buah dan sayuran. Protein itu penting juga,” pungkas Husnul.

Pada 2022 ini angka stunting di Kota Malang menurut perhitungan Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM), sudah di angka 8,67 persen.

Di metode lain ada Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat melalui BKKBN.

SSGI ini sampling dipilih berdasarkan yang sudah ada daftar namanya.

"Nah terkadang, dari daftar nama itu tidak masuk kriteria sasaran seperti usianya sudah lebih. Pada 2021 laporannya di angka 25,7 persen dengan 21 blok sensus. Pada 2022 dengan 82 blok sensus, kami sudah berada mudah-mudahan di angka 14 persen," ungkap Husnul.

Target RPJMD Kota Malang, pada 2023 angka stunting Kota Malang berada 14 persen.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved