Berita Lamongan

Siapkan Generasi Tangguh, Ratusan Pelajar Lamongan Diedukasi Tentang Deradikalisasi dan Reproduksi

yang disampaikan adalah pembekalan kepada para pelajar berupa pengetahuan akademik dan non akademik, akhlak, deradikalisasi

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Deddy Humana
surya/hanif manshuri
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi memberi sambutan dalam seminar dua hari yang diikuti 576 pelajar SMP/SMA sederajat se-Lamongan di Aula Gadjah Mada Pemkab, Selasa (7/2/2023). 


SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Tim Penggerak PKK Lamongan bekerjasama dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Lamongan menggelar seminar bertajuk 'Rumpi Sehat Mencetak Generasi Yang Tangguh dan Berkualitas' di Aula Gadjah Mada Pemkab Lamongan, mulai Selasa (7/2/2023).

Diikuti ratusan pelajar SMP dan SMA se-Kabupaten Lamongan, seminar itu dijadwalkan akan berlangsung sampai Rabu (8/2/2023), untuk membekali generasi muda agar menjadi pionir yang tangguh di masa depan.

Seminar di hari pertama diikuti 300 siswa perwakilan SMP/ SMA sederajat, dan Rabu (8/2/2023) akan diikuti 276 siswa. Dan semua siswa peserta diharapkan bisa meneruskan materi dan hasil seminar itu kepada teman-teman sekolahnya.

Di antara materi yang disampaikan adalah pembekalan kepada para pelajar berupa pengetahuan akademik dan non akademik, akhlak, deradikalisasi serta reproduksi yang sehat. "Usia remaja menjadi perhatian khusus karena akan berdampak pada masa depan negara. Remaja harus dibekali knowledge baik akademik maupun non akademik, " kata Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi dalam sambutannya saat membuka acara, Selasa (7/2/2023).

Menurut Yuhronur, remaja akan menentukan masa depan bangsa. Maka mereka harus diberi perlindungan dan pengetahuan agar tumbuh menjadi generasi yang unggul dan berdaya saing.

Berkomitmen mencetak generasi muda sebagai pionir tangguh di masa depan, Ketua Tim Penggerak PKK Lamongan, Anis Kartika menyampaikan bahwa implementasi Cepak (Cegah Perkawinan Anak) dan pemberian edukasi tentang reproduksi dan radikalisme sangat penting.

"Kasus dispensasi pernikahan di Lamongan sudah mencapai 462 kasus, itu cukup tinggi. Menikah dini bukan solusi, karena setelah menikah pasti banyak tanggung jawab. Salah satunya pola asuh pada anak, jangan sampai itu menjadikan kasus stunting naik," kata Anis.

Diungkapkan Anis, melalui kegiatan rumpi sehat, para remaja akan digembleng tentang deradikalisasi. Dan untuk materi deradikalisasi, para peserta mendapat penyuluhan dari Ketua Yayasan Lingkar Perdamaian (YLP), Ali Fauzi. Dengan begitu, para remaja diharapkan bisa memiliki nasionalisme dan menghindari sikap serta pola pikir radikal.

Pada sesi berikutnya, para pelajar mendapat edukasi tentang bahaya narkoba dari Sat reskoba Polres Lamongan. Pemateri dari polres, Suwito Saputri mengatakan, edukasi ini bertujuan untuk menjauhkan narkoba dari kehidupan, karena narkoba akan merusak segalanya.

Sementara materi tentang Cepak masih membahas dispensasi pernikahan di Lamongan yang tinggi yakni mencapai 462 kasus pada 2022. Para siswa juga ditambah dengan materi tentang reproduksi yang disajikan oleh dr Rijanto, SpOG (K), salah satunya untuk menekan angka kanker di Lamongan mencapai 2.300.

Perwakilan SMPN 1 Glagah, Rani mengaku bahwa materi seminar ini luar biasa penting karena tidak diberikan di sekolah. Dan tentunya akan menjadi pembelajaran untuk menyongsong masa depan. "Ini sangat penting karena berpengaruh untuk masa depan kita sebagai remaja. Materi yang diberikan sangat menarik karena di sekolah tidak disampaikan materi seperti ini," kata Rani. *****

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved