Berita Surabaya

KPK Panggil Saksi Kasus Sahat Tua Simanjuntak, Ketua DPRD Jatim dan Sejumlah Pejabat Diperiksa

Penyidik KPK meminjam salah satu gedung Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Timur, Rabu (25/1/2023) pagi.

tribun jatim/yusron naufal
Ketua DPRD Jatim Kusnadi (kemeja putih) saat berjalan di lingkungan Gedung Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Timur, Rabu (25/1/2023). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Ketua DPRD Jatim Kusnadi turut dimintai keterangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kaitan penyidikan kasus yang menjerat Wakil Ketua Dewan, Sahat Tua Simanjuntak.

Penyidik KPK meminjam salah satu gedung Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Timur, Rabu (25/1/2023) pagi.

Dari pantauan, sekitar pukul 11.35 WIB Kusnadi nampak keluar dari salah satu gedung yang beralamat di Jalan Raya Bandara Juanda Sidoarjo tersebut.

Dengan menenteng map putih, Kusnadi keluar dengan didampingi salah seorang staf.

Saat dimintai tanggapan perihal apa saja yang ditanyakan, Kusnadi irit bicara.

"Ya monggo tanya yang memeriksa," katanya sambil berlalu menuju parkiran tempat mobilnya terparkir.

Kusnadi mengaku juga tidak ada permintaan apapun dari penyidik saat pemeriksaan.

"Belum ditanya," singkat politisi PDI Perjuangan itu saat kembali dikonfirmasi apa saja yang menjadi pertanyaan penyidik.

Dalam kegiatan kali ini, selain Kusnadi dan pimpinan DPRD Jatim, KPK juga memeriksa sejumlah pihak.

Dari keterangan yang disampaikan Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri, sejumlah pihak memang diperiksa sebagai saksi dalam kasus Sahat. Termasuk juga beberapa pejabat Pemprov Jatim.

"Pemeriksaan dilakukan di Kantor BPKP Perwakilan Jawa Timur," kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri, Rabu (25/1/2023), dikutip dari Tribunnews.com

Diketahui sejauh ini, KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengurusan alokasi dana hibah yang bersumber dari APBD Jatim. Keempatnya yakni, Wakil Ketua DPRD Jatim asal Partai Golkar Sahat Tua P. Simanjuntak (STPS).

Kemudian, Staf Ahli Sahat, Rusdi (RS); Kepala Desa Jelgung, Kabupaten Sampang, sekaligus Koordinator Kelompok Masyarakat (Pokmas), Abdul Hamid (AH); serta Koordinator Lapangan Pokmas, Ilham Wahyudi (IW) alias Eeng.

BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved