Berita Madiun
Kerajinan Ecoprint Karya Warga Kota Madiun Tembus Pasar Mancanegara, Ajak Lestarikan Lingkungan
Kerajinan ecoprint karya warga Kota Madiun, Sri Wahyuni pernah dibawa ke Jepang, Korea, Moskow, Rusia hingga Benua Afrika.
Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID, MADIUN - Kerajinan ecoprint karya warga Kota Madiun, Sri Wahyuni ternyata digandrungi banyak pembeli.
Perempuan berusia 57 tahun ini, mulai menekuni kerajinan ecoprint itu sejak 2018 silam.
Karyanya yang sedap dipandang mata, ternyata tak lepas dari berbagai banyak eksperimen yang dia coba.
Bagi Warga Jalan Aneka Sari, Kelurahan Rejomulyo, Kota Madiun tersebut, berbekal motif dan bentuk daun, ternyata bisa disulap menjadi sebuah karya yang indah.
Saat diaplikasikan dalam selembar kain, seperti terlihat beraneka corak kain ecoprint yang mampu memikat para pembeli. Khususnya dari kaum hawa.
"Saya mulai tertarik saat melihat pameran kerajinan ecoprint di salah satu pusat perbelanjaan di luar kota. Tampilannya bagus gitu saat dilihat," ujar Sri, Rabu (25/1/2023).
Dari situlah, Sri mendapatkan inspirasi dan pandangan cara membuat kerajinan ecoprint. Maka dari itu dia memberanikan diri untuk mengikuti sebuah kursus.
"Ketika mencoba belajar ternyata tidak mudah. Berkali-kali mencoba, hasilnya kurang memuaskan," ungkapnya.
"Setelah beberapa lama berlatih. Alhamdulillah hasilnya bagus. Akhirnya saya mulai berani menawarkan kreasi saya kepada konsumen," imbuh Sri.
Produk yang diciptakan Sri Wahyuni sukses menghasilkan beragam kerajinan ecoprint. Mulai dari produk kain, jilbab, tas, baju, sepatu, topi, outer dan lain sebagainya.
"Prinsip pembuatan ecoprint, melalui kontak langsung antara daun, bunga, batang atau bagian tanaman lain yang mengandung pigmen warna dengan media kain tertentu," bebernya.
Ia juga menambahkan, produk-produknya berhasil menembus pasar mancanegara. Karyanya pernah dibawa ke Jepang, Korea, Moskow, Rusia hingga Benua Afrika.
"Harga yang dipatok untuk tiap produk berbeda-beda. Dari yang termurah, masker senilai Rp 15 ribu hingga mukena terbuat dari bahan sutra yang berharga Rp 2,5 juta," terangnya.
Sri Wahyuni berharap, melalui pekerjaannya ini masyarakat dapat melestarikan dan menghijaukan lingkungan dengan rajin menanam tanaman.
"Orang yang rajin mengerjakan kerajinan ecoprint, akan rajin menanam. Saya harap semakin banyak pecinta ecoprint, biar lingkungan semakin asri nan lestari,” pungkas Sri Wahyuni.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Sri-Wahyuni-menunjukan-produk-kerajinan-ecoprint-hasil-karyanya.jpg)