Kamis, 23 April 2026

Berita Banyuwangi

Banyuwangi Didukung ITB Lakukan Riset Pemetaan Pariwisata Geopark Ijen

Pengembangan Geopark Ijen di Banyuwangi, terus mendapat dukungan dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Penulis: Haorrahman | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Haorrahman
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bertemu tim Prodi Pascasarjana Teknik Geologi ITB. 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Pengembangan Geopark Ijen di Banyuwangi, terus mendapat dukungan dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

ITB akan melakukan riset pemetaan pariwisata Geopark Ijen.

Hal itu disampaikan Kepala Prodi Pascasarjana Teknik Geologi ITB, Mirzam Abdurrachman saat bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Kamis (19/1/2023).

Mirzam datang bersama 33 mahasiwa pascasarja program studi Teknik Geologi yang akan melaksanakan sejumlah kegiatan perencanaan di Geopark Ijen.

Mirzam mengatakan, dipilihnya Geopark Ijen sebagai lokasi program riset karena keunikan geologi Banyuwangi.

Geopark Ijen memiliki keunikan, di mana ada gunung api yang menjadi fosil berdampingan dengan gunung yang masih aktif.

Selain itu, juga ada api biru (blue fire), satu-satunya di dunia.

Juga ada potensi mineral ekonomi, seperti yang ada di kawasan di Kecamatan Pesanggaran.

"Banyuwangi ini punya geologi unik yang tidak dimiliki di tempat lain di Indonesia. Selama seminggu kami akan menyisir dari selatan Banyuwangi sampai ke perbatasan utara, sehingga kami mendapatkan histori geologi yang lengkap. Bagaimana Ijen dibentuk dari awal hingga bagaimana kemunculan blue fire satu-satunya di dunia," kata Mirzam.

Sejumlah kegiatan yang akan dilakukan Banyuwangi, di antaranya pengabdian dan penelitian, laboratorium kuliah lapang, program geotrip dan geowisata, konferensi geologi dan geowisata internasional, hingga membuat laboratorium vulkanologi penunjang 2 gunung aktif, laboratorium mineral ekonomi dan laboratorium geotermal.

“Kami bersama tim dan mahasiswa ke sini, dalam rangka kuliah lapangan untuk mendukung geowisata di sini. Bagaimana mengembangkan wisata di sini, juga jadi tempat belajar batuan alam yang dinamis,” kata Mirzam.

“Pengabdian mahasiswa juga akan diisi dengan melakukan pembelajaran geologi di sekolah dan mitigasi bencana untuk pelajar,” ujarnya.

Mirzam berharap, hasil program riset dan pengabdian masyarakat menjadi bahan edukasi geowisata yang inklusif bagi semua wisatawan.

"Kami ingin setelah pengabdian ini akan ada laboratorium yang inklusif, sehingga masyarakat awam yang tidak bisa merasakan langsung geologi Geopark Ijen dapat belajar di sana," harap Mirzam.

Bupati Ipuk menyatakan terima kasihnya kepada ITB yang terus mendukung pengembangan Geopark Ijen.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved