Manggis Banyuwangi Naik Daun, Harga Tertinggi Sepanjang Sejarah
Harga manggis capai Rp 80 ribu per kg, Banyuwangi dorong pengembangan dan ekspor untuk tingkatkan produksi petani.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Cak Sur
Ringkasan Berita:
- Harga manggis tembus Rp 80 ribu/kg, tertinggi sepanjang sejarah dan jadi peluang baru bagi Banyuwangi.
- Produksi 2025 capai 4.897 ton dari 795 hektare, terbesar di Jawa Timur.
- Pemkab fokus tingkatkan produktivitas dan atasi risiko gagal panen petani.
SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Harga buah manggis yang melonjak hingga Rp 80 ribu per kilogram (kg) pada musim panen tahun ini, membuka peluang baru bagi pengembangan komoditas tersebut di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim).
Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi menilai, daerah di ujung timur Pulau Jawa itu memiliki potensi besar untuk mengembangkan manggis sebagai komoditas unggulan.
Harga Tinggi Jadi Momentum Pengembangan
Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Banyuwangi, Danang Hartanto, mengatakan luas lahan panen manggis pada 2025 mencapai 795,59 hektare dengan total produksi 4.897,53 ton.
"Rata-rata produktivitas buah manggis di Banyuwangi mencapai 95,9 ton per hektare," kata Danang, Rabu (15/4/2026).
Wilayah penghasil utama manggis di Banyuwangi meliputi Kecamatan Sempu, Kalipuro, Songgon, Licin dan Genteng.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur tahun 2022, Banyuwangi tercatat sebagai daerah penghasil manggis terbesar di Jawa Timur, bersaing dengan Kabupaten Jember.
"Kami melihat momentum ini sebagai peluang. Sehingga kami akan memfasilitasi berbagai hal terkait pengembangan tanaman buah manggis di Banyuwangi," ujar Danang.
Tantangan Petani dan Risiko Gagal Panen
Meski harga tinggi, kondisi tersebut belum tentu dirasakan seluruh petani. Danang menyebut, sebagian petani kemungkinan mengalami gagal panen sehingga tidak menikmati lonjakan harga.
- Harga tinggi tidak selalu berdampak langsung ke petani
- Risiko gagal panen masih terjadi di sejumlah wilayah
- Pemkab fokus meningkatkan produksi dan kualitas
Peluang Ekspor Semakin Terbuka
Selain pasar domestik, manggis Banyuwangi juga memiliki pasar ekspor. Saat ini terdapat tiga perusahaan eksportir manggis yang beroperasi di wilayah tersebut dan telah mengantongi izin resmi.
"Sampai saat ini, ada tiga perusahaan yang memang melakukan ekspor, dan semuanya sudah memiliki tanda daftar gudang," tutur Danang.
Rekor Harga Baru Manggis
Danang menyebut harga Rp 80 ribu per kg merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah. Sebelumnya, harga manggis hanya berada di kisaran Rp 20 ribu per kg.
"Ini sebenarnya bukan sekadar kenaikan, tapi bisa dibilang 'ganti harga'. Kejadiannya hampir mirip dengan kopi pada tahun 2023, yang juga mengalami perubahan harga signifikan. Misalnya kopi robusta dari Rp 35 ribu per kg, menjadi Rp 90 ribu per kg," tandasnya.
Manggis
Banyuwangi
ekspor buah
Jawa Timur
Dispertan Banyuwangi
Danang Hartanto
berita Banyuwangi terkini
berita Jatim terkini
Meaningful
Multiangle
| Polisi Ungkap Penyebab Kematian Yai Mim,Terjatuh dan Alami Kekurangan Oksigen |
|
|---|
| Data BPS: Pengangguran di Lumajang Capai 19.771 Orang, Lulusan Diploma Tertinggi |
|
|---|
| Kementerian Kehutanan Hanya Bisa Geram 17 Komodo Lolos Diselundupkan ke Thailand Miliaran Rupiah |
|
|---|
| Sosok Rosyida Istri Yai Mim yang Curhat Pilu dan Ungkap Permintaan Tak Biasa Suami Sebelum Meninggal |
|
|---|
| DPRD Jatim Dukung Pembatasan Gadget di Sekolah, Tekankan Juknis Harus Aplikatif |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/buah-manggis-yang-dipanen-warga-Banyuwangi-Jatim.jpg)