BIODATA Kombes Gustav Robby yang Selidiki Korban Tewas Kerusuhan Massa Pendukung Lukas Enembe

Kombes Gustav Robby diperintahkan untuk menyelidiki korban tewas dalam kerusuhan massa pendukung Lukas Enembe di Bandara Sentani. Simak biodatanya.

Tribun-Papua.com/Hendrik Rewapatara
Kombes Gustav Robby yang diperintahkan untuk menyelidiki korban tewas dalam kerusuhan massa pendukung Lukas Enembe di Bandara Sentani. Simak profil dan biodatanya. 

SURYA.co.id - Inilah profil dan biodata Kombes Gustav Robby yang akan selidiki korban tewas dalam kerusuhan massa pendukung Lukas Enembe di Bandara Sentani.

Diketahui, satu orang tewas tertembak dalam keributan yang dipicu massa pendukung Lukas Enembe di Bandara Sentani, Jayapura.

Kerusuhan tersebut terjadi setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Gubernur Papua Lukas Enembe, Selasa (10/1/2023).

Kapolda Papua Irjen Mathius D. Fakhiri pun akan memeriksa prosedur pengamanan yang dilakukan oleh aparat di lapangan.

Hal itu untuk mengetahui apakah aparat sudah melakukan langkah penanganan dengan tepat.

Mathius memerintahkan Kabid Propam Polda Papua, Kombes Gustav Robby, untuk menyelidikinya.

"Karena ada yang meninggal, saya sudah memerintahkan Kabid Propam dan Direskrimum segera melakukan penyelidikan, apakah langkah penanganan (aparat) di Sentani sudah benar atau belum," kata dia dalam konferensi pers secara daring, Rabu (11/1/2023).

Seperti dilansir dari Kompas.com dalam artikel '1 Warga Tewas Tertembak Usai Penangkapan Gubernur Lukas Enembe, Kapolda Papua: Saya Minta Kabid Propam Selidiki Prosedur'.

Kapolda memastikan akan memberi tindakan tegas jika terjadi pelanggaran dalam langkah pengamanan.

"Kalau memang tidak sesuai prosedur, saya pastikan akan ambil langkah hukum," ujar dia.

Lantas, seperti apa profil dan biodata Kombes Gustav Robby?

Melansir dari Wikipedia, Kombes Gustav Robby Urbinas lahir 20 Februari 1978.

Ia adalah seorang perwira menengah Polri yang sejak 13 April 2022 mengemban amanat sebagai Kabidpropam Polda Papua.

Gustav, lulusan Akpol 1999 ini berpengalaman dalam bidang reserse.

Jabatan terakhirnya adalah Kapolresta Jayapura.

Riwayat Jabatan:

  • Kapolres Jayapura (2016—2018)
  • Kapolres Jayapura Kota (2018—2020)
  • Kapolresta Jayapura (2020—2022)
  • Kabidpropam Polda Papua (2022—Sekarang)

Imbas Lukas Enembe Ditangkap

Penangkapan Gubernur Papua Lukas Enembe hari ini, Selasa (10/1/2023), ternyata berimbas cukup parah.

Massa pendukung Lukas Enembe melakukan aksi anarkis di sejumlah tempat.

Mulai menyerbu Mako Brimob hingga melakukan kerusuhan di Bandara sentani.

Sekelompok massa bertindak anarkis di wilayah Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, setelah Gubernur Papua Lukas Enembe ditangkap KPK.

Massa saat itu mencoba masuk ke area Base Ops Lanud Jayapura, sementara KPK sudah membawa terbang Lukas Enembe menggunakan pesawat carteran ke Manado, Sulawesi Utara, untuk dilanjutkan ke Jakarta.

Tindakan anarkis massa dengan mengancam menggunakan senjata tajam dan panah, membuat aparat keamanan melepaskan tembakan peringatakan yang kemudian tetap tidak diacuhkan.

Akibatnya, Polisi melepaskan tembakan dan menyebabkan satu orang warga tewas.

"Iya betul ada satu korban meninggal dunia," ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa.

Seperti dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'Rusuh di Area Bandara Sentani Usai Lukas Enembe Ditangkap KPK, 1 Orang Tewas Tertembak'.

Selain korban tewas, Benny mengonfirmasi ada dua orang lainnya terluka akibat terkena tembakan.

Menurut dia, saat ini jenazah masih berada di RSUD Yowari.

Aparat keamanan masih berusaha berkomunikasi dengan keluarga korban agar tim dokter melakukan otopsi.

"Mau diotopsi tapi dari pihak keluarga masih belum mau," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, KPK menangkap Gubernur Papua Lukas Enembe di Kota Jayapura, Papua, Selasa (10/1/2023) siang.

Menurut informasi, Lukas Enembe diamankan beberapa penyidik KPK di sebuah restoran di Distrik Abepura, Kota Jayapura, sekitar pukul 11.00 WIT.

Setelah itu, Lukas dibawa ke Mako Brimob Kotaraja.

"Benar tadi (Lukas Enembe) dibawa ke Brimob," ujar Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa.

Lukas Enembe sudah sejak 5 September 2022 ditetapkan sebagai tersangka kasus gratifikasi senilai Rp 1 miliar.

Beberapa panggilan yang diberikan KPK kepada Lukas tidak pernah dipenuhi dengan alasan sakit.

Sejak saat itu, Lukas Enembe tidak pernah muncul di hadapan publik hingga pada 30 Desember 2022, Lukas melakukan peresmian Kantor Gubernur Papua.

Mako Brimob Diserbu

Panangkapan Lukas Enembe juga berimbas pada Mako Brimob Kotaraja.

Sekelompok massa pro Gubernur Lukas Enembe menyerang Markas Brimob (Mako) Brimob, Kotaraja, Kota Jayapura, Selasa (10/1/2023) siang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun-Papua.com, sekelompok masa itu menyerang Mako Brimob dengan menggunakan batu dan anak panah.

Penyerangan itu dilakukan, lantaran mereka mendapatkan informasi Gubernur Lukas Enembe yang dibawa ke Mako Brimob.

Merespon penyerangan itu, pasukan Brimob mengeluarkan tembakan peringatan sebanyak empat kali dan memukul mundur masa ke arah Jalan baru Abepura.

Selanjutnya, untuk saat ini situasi di depan Brimob Kotaraja sudah kembali kondusif.

Pantauan Tribun-Papua.com di Sentani, pihak keluarga memaksa diri masuk ke pangkalan TNI AU Silas Papare, lokasi dimana Lukas Enembe akan diterbangkan ke Jakarta.

Mereka mendesak aparat keamanan agar memberi kesempatan ketemu Lukas Enembe.

Satu dari pihak keluarga saat berbincang dengan Kapolres Jayapura, Frederickus W A Maclarimboen menyampaikan keinginannya untuk melihat Lukas Enembe

Hingga saat ini keluarga masih mendesak pihak keamanan di depan pagar Pangkalan TNI AU untuk masuk.

Sementara, aparat keamanan menjaga ketat kawasan banadara. 

>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google SURYA.co.id

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved