Travel

KAI Daop 8 Surabaya Tak Izinkan 245 Penumpang Naik Kereta Api, Ini Sebabnya

Daerah Operasi (DAOP) 8, PT KAI Indonesia melaporkan 245 calon penumpang tak memenuhi syarat naik kereta saat musim libur natal dan tahun baru.

Penulis: Benni Indo | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/benni indo
Penumpang turun dari Kereta Api di Stasiun Malang. Daerah Operasi (DAOP) 8, PT KAI Indonesia melaporkan 245 calon penumpang tak memenuhi syarat naik kereta saat musim libur natal dan tahun baru. 

SURYA.CO.ID, MALANG – Daerah Operasi (DAOP) 8, PT KAI Indonesia melaporkan 245 calon penumpang tak memenuhi syarat naik kereta saat musim libur natal dan tahun baru.

Mereka tidak diizinkan pihak KAI karena tak memenuhi syarat sebagai penumpang.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif menyatakan, 245 calon penumpang tidak diijinkan naik karena di antaranya belum divaksin dan suhu tubuh saat diperiksa lebih dari 37,3 derajat celcius.

Mulai 22 Desember 2022, jumlah total penumpang KA jarak jauh di DAOP 8 Surabaya tercatat 247.654 pelanggan.

“KAI mengapresiasi seluruh pelanggan yang secara tertib memenuhi persyaratan dan melaksanakan protokol kesehatan saat menggunakan layanan transportasi kereta api,” ujar Luqman Arif.

Ditegaskan Luqman, KAI hanya memberangkatkan pelanggan yang telah memenuhi persyaratan sesuai regulasi pemerintah.

Pelanggan yang tidak melengkapi persyaratan dan tidak dalam kondisi sehat tetap tidak boleh melakukan perjalanan dan dipersilahkan untuk membatalkan tiketnya.

Pihaknya pun mengingatkan pada calon pelanggan agar memperhatikan kembali ketentuan perjalanan menggunakan KA sesuai dengan aturan pemerintah sebelum membeli tiket agar terhindar dari resiko gagal berangkat karena persyaratan tidak lengkap.

“Syarat yang harus diperhatikan seperti calon penumpang berusia 18 tahun ke atas wajib vaksin ketiga (booster), jika tidak/belum divaksin dengan alasan medis wajib menunjukkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah,” ujarnya.

Usia 13-17 tahun, wajib vaksin kedua, tidak/belum divaksin dengan alasan medis wajib menunjukkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah.

Kemudian usia 6-12 tahun wajib vaksin kedua tidak/belum divaksin dengan alasan medis wajib menunjukkan surat keterangan dari Puskesmas/fasilitas pelayanan Kesehatan dengan alasan tertentu.

“Pelanggan dengan usia di bawah 6 tahun tidak wajib vaksin dan tidak wajib menunjukkan hasil negatif Rapid Tes Antigen atau RT-PCR namun wajib dengan pendamping yang memenuhi persyaratan perjalanan,” tutupnya.

BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved