Berita Malang Raya

Jelang Libur Nataru 2023, Permintaan Keripik Buah di Kota Batu Naik, Omzet Belasan Juta Perhari

Jelang libur Natal dan Tahun Baru 2023, permintaan keripik buah di Kota Batu alami peningkatan.

Penulis: Dya Ayu | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/dya ayu
Usaha rumahan produksi keripik buah milik Khamim Tohari, di Kendedes Selecta Fruit Kota Batu. 

SURYA.CO.ID, BATU - Jelang libur Natal dan Tahun Baru 2023, permintaan keripik buah di Kota Batu alami peningkatan.

Seperti diketahui keripik buah apel menjadi salah satu jajanan andalan di Kota Batu yang selalu dicari wisatawan ketika berkunjung ke Kota Batu.

Bahkan jajanan ini dipastikan selalu ada dan menghiasi toko oleh-oleh di semua tempat di Malang Raya.

Menurut salah satu pemilik usaha rumahan produksi keripik buah Khamim Tohari, peningkatan permintaan keripik buah di tempatnya meningkat sebanyak 60 persen menjelang libur Nataru 2023.

“Untuk hari biasa itu bahan baku apel perharinya 1 ton, sekarang jelang libur Natal dan Tahun Baru meningkat menjadi 1,5 ton buah apel perhari,” kata Khamim Tohari, Minggu (18/12/2022).

Berkah jelang libur Nataru ini membuat omzet penjualan usaha keripik buahnya meningkat.

Pundi-pundi uang yang didapat juga tak main-main.

Perharinya dari hasil yang dijual melalui grosir di toko dan TikTok mencapai belasan juta rupiah perhari.

“Omzet perhari Rp 6 juta jual di TikTok, kalau grosir Rp 9 juta perhari,” tuturnya.

Tak hanya keripik apel yang diproduksi di Kendedes Selecta Fruit ini, Khamim juga memproduksi keripik pisang, nangka, mangga, nanas dan salak sejak tahun 2012.

Namun permintaan keripik paling banyak dan laku keras ialah keripik apel dan nangka.

Nantinya hasil produksi keripik buah ini akan dikirim ke tokoh oleh-oleh yang ada di Malang Raya dan juga dikirim keluar kota secara grosiran.

“Permintaan paling banyak itu dari Lampung, Bandung, Pasuruan, Jakarta dan Malang Raya. Untuk bahan baku buah ya kami beli dari petani sekitar Kota Batu,” ujarnya.

Khamim mengaku permintaan dari daerah lain juga ada, termasuk Lumajang, namun saat erupsi gunung Semeru sempat terjadi pengurangan permintaan pembeli dan sempat terkendala pengiriman.

Di sisi lain, untuk harga keripik buah miliknya juga mengalami kenaikan sejak Oktober lalu seiring dengan adanya kenaikan harga kebutuhan pokok dan BBM.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved