Brigadir J Ditembak di Rumah Jenderal

TUDINGAN Kubu Ferdy Sambo Tak Mampu Gugurkan Status Justice Collaborator Bharada E, Ini Kata LPSK

Tudingan pengacara Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi yang menyebut Bharada E tidak konsisten tidak berdampak pada status justice collaborator.

Editor: Musahadah
kolase kompas TV
Status Bharada E sebagai justice collaborator tak berubah meski dituding tak konsisten oleh kubu Ferdy Sambo. Ini kata LPSK! 

"Begini pak, bapak bayangkan dari tanggal 8 Juli sampai di bulan Agustus itu, saya sudah didoktrin terus menerus oleh klien bapak (Ferdy Sambo) tentang skenario (tembak-menembak)," jawab Bharada E dengan intonasi meninggi.

"Siapa yang mendoktrin, dimana yang mendoktrin, di mana saudara didoktrin?" bentak Arman.

"Di lantai 3," bentak Bharada E balik.

"Saya mencoba mengingat kembali, kejadian demi kejadian itu. Bapak kira gampang mengingat itu," tegas Bharada E

Melihat situasi persidangan tidak kondusif, jaksa penuntut umum (JPU) pun mengingatkan Arman agar tidak membentak Bharada E ketika meminta keterangan karena dianggap telah menekan kepada saksi.

Senada dengan JPU, ketua majelis hakim, Wahyu Iman Santosa juga mengingatkan Arman.

Wahyu pun meminta agar pertanyaan Arman agar disampaikan lewat hakim untuk ditanyakan kembali ke Bharada E.

Pengacara Bharada E Sebut Penyesatan 

Ronny Talapessy membantah ada BAP tanggal 5 Agustus yang menyebut Bharada E sebut Ferdy Sambo menembak sendiri Brigadir J.
Ronny Talapessy membantah ada BAP tanggal 5 Agustus yang menyebut Bharada E sebut Ferdy Sambo menembak sendiri Brigadir J. (kolase kompas TV)

Aksi pengacara Ferdy Sambo yang menuding Bharada E tidak konsisten dibalas Ronny Talapessy. 

Ronny menyebut pengacara Ferdy Sambo melakukan penyesatan. 

Hal ini beralasan karena BAP tanggal 5 Agustus yang dipermasalahkan ternyata tidak seperti yang dikatakan Arman Hanis. 

Ditegaskan Ronny, di BAP tanggal 5 Agustus itu Bharada E tidak menyebut Ferdy Sambo sebagai penembak Brigadir J. 

"Ini penyesatan lho pengacaranya FS, di dalam persidangan yang terbuka," kata Ronny yang telah membaca semua isi di BAP tanggal 5 Agustus. 

Menurut Ronny pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pengacara Ferdy Sambo sengaja menjebak kliennya dan membframing Bharada E tidak jujur.  

"BAP tanggal 5, tidak ada menyebutkan FS menembak. Hanya disebutkan FS memegang glock 17 dari Richard Eliezer.
Perlu diingat tanggal 5 itu adalah masa transisi dari pengacara Ferdy Sambo yang ditaruh untuk mendampingi RIchard kemudian berganti dengan pengacar lain, yang di BAP malam-malam," katanya. 

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved