Berita Surabaya
Bantu Pemkot, PDAM dan Baznas Turun Perbaiki 20 Rumah Tidak Layak Huni di Surabaya
PDAM Surya Sembada bersama Baznas Kota Surabaya ikut berkontribusi dalam program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni di Surabaya
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: rahadian bagus priambodo
SURYA.co.id|SURABAYA - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Surabaya ikut berkontribusi dalam program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Surabaya.
Mereka menyasar rutilahu yang secara administrasi tidak berhak mendapatkan bantuan menggunakan APBD Pemkot.
Misalnya, warga yang tidak memiliki sertifikat hak atas tanah. Untuk kasus ini, Pemkot menggunakan dana CSR, di antaranya lewat PDAM dan Baznas.
Tahun ini, PDAM Surya Sembada Kota Surabaya telah melakukan serah terima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dan Jamban Sehat kepada warga di Kecamatan Asemrowo dan Kecamatan Sukomanunggal.
“PDAM memberikan bantuan bedah rumah ini untuk mendukung program Pemerintah Kota,” ujar Diah Ayu Anggraeni, Sekretaris Perusahaan PDAM Surya Sembada.
"Bantuan ini diberikan bekerjasama dengan BAZNAS Kota Surabaya. Total 20 Rutilahu dan 22 Jamban Sehat yang direalisasikan pada tahun 2022", lanjutnya menjelaskan.
Diah Ayu berharap, bantuan bedah rumah dan jamban sehat ini menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dan bermanfaat bagi warga kota Surabaya. Sehingga, warga mendapat hidup layak dan sehat.
Wakil Ketua I Baznas Kota Surabaya Marjuki memastikan kolaborasi bersama PDAM Surya sembada di tahun 2023 bisa berlanjut.
“Supaya bisa dirasakan oleh warga kota Surabaya yang benar-benar membutuhkan bantuan ini,” ujar Marjuki.
Camat Asemrowo, Muhammad Khusnul Amin pun ikut mendukung program tersebut.
“Kami ucapkan terima kasih kepada PDAM dan Baznas atas bantuannya untuk warga kami. Ini sangat layak dan bagus juga ada jambannya,” ujarnya.
Sementara itu, hingga penghujung tahun Pemkot Surabaya menargetkan dapat menuntaskan perbaikan 900 rumah lewat APBD (program dandan omah). Hingga awal Desember, Pemkot telah menyelesaikan 857 unit.
Dalam penyelesaian tiap rumah, Pemkot Surabaya melibatkan banyak pihak. Termasuk, menumbuhkan lapangan kerja dengan merekrut tenaga kerja dari warga.
“Ketika membangun Rutilahu ini maka kita melibatkan masyarakat. Ketika saya datang, saya juga menjaga keguyuban masyarakat," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Karenanya, ia juga meminta camat dan lurah untuk melakukan pendataan warga miskin dan pra miskin. Pendataan tersebut dilakukan untuk melakukan pemantauan terhadap pendapatan warga.