Selasa, 12 Mei 2026

Brigadir J Ditembak di Rumah Jenderal

ARTI Ekspresi Bharada E saat Melawan 'Serangan' Kubu Ferdy Sambo Menurut Pakar, Eks Hakim Sebut S3

Ekspresi Bharada E atau Bharada Richard Wliezer Pudihang Lumiu saat menanggapi 'serangan' kuasa hukum Ferdy Sambo saat menjadi saksi di pengadilan kas

Tayang:
Editor: Musahadah
kolase kompas TV
Bharada E saat bersaksi untuk Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di sidang, Selasa (13/12/2022). Inilah arti ekspresi BHarada E saat melawan serangan kubu Ferdy Sambo. 

Disebutkan, ketika seseorang merasa diinstruksikan sesuatu maka tubuh akan juga melakukan seperti pesan secara verbal yang pada saat itu terjadi.

"Kita lihat dari substansinya. Memang Eliezer dengan keberanian mengungkapkan itu.
Emosinya memang tidak ada yang bocor," katanya. 

Lalu, ketika Bharada E mengaku tidak bisa mengingat hal yang tidak substansial, menurut Monica itu adalah hal yang normal. 

Hal ini beralasan karena memang ada memori-memori seseorang yang dengan sengaha di-forgeting.

"Untuk hal-hal yang tidak substansi ada yang disebut insidental atau normal forgeting.

"Untuk hal-hal yang tidak menyangkut substansi ini wajar-wajar saja. Kalau itu tidak konsisten menurut BAP, karena otak manusia tidak bisa menerima atau memikirkan hal-hal yang tidak substansi," katanya. 

Menurut Monica, itu bukan berarti tidak jujur karena untuk hal-hal yang substantif dia bisa menjelaskan semuanya dengan sangat detail.

"Pak Sambo maju, gesturenya, bisa diceritakan. Bisa diproduksi kembali dengan detail-detialnya bisa dikatakan," ungkap Monica. 

Monica juga diminta menganalisis gestur Bharada E saat Ferdy Sambo mengucapkan bahwa dia dan Eliezer saja yang harus bertanggungjawab terkait kasus ini, dan tidak melibatkan Bripka Ricky Rizal, Kuat Maruf dan Putri Candrawathi. 

Saat mendengar hal itu, Eliezer langsung menarik tubuhnya ke belakang. 

Monica tertarik dulu melihat Ferdy Sambo ketika mengatakan hal itu dengan suara pelan, softer. lower dan bergetar. 

"Ini seperti seseorang yang dalam kondisi sedih. Namun karena laki-laki tidak terlihat tangisan," katanya. 

Menurutnya, ekspresi tangisan adalah bahasa nonverbal untuk meminta simpati atau empati dari lawan bicaranya.

"Apa yang diekspresikan, kecenderungan upaya mendapatkan simpati dari hakim," katanya. 

Sementara ketika meligat gestur Bharada E, Monica melihat itu adalah gestur ketika seseorang ingin melihat secara keseluruhan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved