Berita Surabaya

Kepastian Pendampingan Hukum, PD Pasar Surya Surabaya Teken MoU dengan Kejaksaan

Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya Surabaya membuat perjanjian dengan sejumlah kejaksaan.

surya.co.id/bobby kolloway
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersalaman dengan Direktur Utama PD Pasar Surya Agus Priyo Akhirono pada peringatan Hari Ulang Tahun PD Pasar Surya (HUT) ke-150. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya Surabaya membuat perjanjian dengan sejumlah kejaksaan.

Ini untuk memastikan BUMD milik Pemkot ini mendapat program pendampingan di bidang hukum

PD Pasar Surya pun meneken Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kejaksaan Negeri Tanjung Perak dan Kejaksaan Negeri Surabaya.

Berlangsung Kamis (8/12/2022), penandatanganan MoU bersamaan dengan peringatan Hari Ulang Tahun PD Pasar Surya (HUT) ke-150.

"Ini untuk pendampingan hukum kedepannya. Supaya perusahaan tidak lagi terpeleset masalah hukum," kata Direktur Utama PD Pasar Surya Agus Priyo Akhirono di Surabaya, Jumat (9/12/2022).

Bagi Agus Prio, pelajaran kasus di masa lalu menjadi bekal pelajaran direksi yang baru dalam mengelola perusahaan secara akuntabel, transparan, taat hukum, namun tetap inovatif.

Oleh karenanya, keterlibatan pihak kejaksaan dapat memberikan pendampingan.

Terutama, dalam melahirkan sejumlah terobosan baru untuk memajukan Pasar di Kota Pahlawan.

"Dengan pendampingan dari kejaksaan, tidak ada lagi oknum yang mengatasnamakan siapapun," katanya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berharap ada komitmen bersama untuk mewujudkan tata kelola pasar yang bersih dan transparan.

Pendampingan hukum menjadi penting agar direksi memiliki rambu dalam membuat terobosan program.

"Dengan MoU ini bukan berarti membenarkan yang salah. Ini memberikan pendampingan di bidang hukum. Tapi kalau ternyata ada yang melakukan kesalahan-kesalahan setelah mendapat nasehat, saya sampaikan sama Pak Kajari, sudah sikat saja," kata Cak Eri Cahyadi.

Pihaknya siap mendukung langkah penegak hukum untuk menegakkan sanksi apabila memang ditemukan.

"Yang salah ya seleh (meletakkan jabatan), yang benar ya terus jalan. Karena itulah yang saya sampaikan ke Pak Kajari, kalau ada yang lepas dari kendali, tidak sesuai fakta, periksa. Inilah sebuah keadilan," kata Cak Eri.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved