Berita Gresik

Manfaatkan Tanah Kas Desa, Desa Yosowilangun Kabupaten Gresik Bakal Punya Sport Center

Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik bakal memiliki fasilitas pusat olahraga.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa Humas Pemkab Gresik
Pembangunan sport center di Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik bakal memiliki fasilitas pusat olahraga.

Fasilitas pusat olahraga atau Sport Center dengan nilai Rp 7 Miliar berasal dari investor guna Pengembangan Kawasan Ekonomi Desa (KED) dengan pemanfaatan tanah kas desa seluas 12.000 meter persegi menjadi Pusat Komplek Olahraga Terpadu dengan nilai invetasi Rp7 miliar.

Keberhasilan Pemdes Yosowilangun itu dikarenakan adanya stimulant Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Desa Berdaya dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sehingga dijadikan dasar untuk membuat perencanaan Kawasan serta icon desa dengan istilah Buyos atau Bumi Yosowilangun.

Prosesi Launching icon Desa Yosowilangun yaitu Buyos dilakukan bersamaan dengan proses groundbreaking pembangunan konstruksi Kawasan Ekonomi Desa Sport Center.

“Dengan adanya stimulan Desa Berdaya dari Gubernu Jatim , Desa Yosowilangun berhasil menggaet setidaknya 2 investor guna membangun [awasan Ekonomi Desa berupa Sport Center terpadu serta icon desa disebut Buyos,” ujar Kades Yosowilangun Abdur Rosyid, Selasa (6/12/2022).

Lebih lanjut, Abdur Rosyid mengungkapkan upaya memperkenalkan icon Buyos serta pembangunan sport center merupakan upaya untuk semakin memberikan nilai tambah kepada asset desa agar bisa lebih mensejahterakan warga desa.

“Langkah strategis Desa Yosowilangun ini tidak lepas dari dukungan penuh Bupati Gresik beserta jajarannya. Ini juga sebagai upaya mensinergikan kegiatan Desa dengan Nawakarsa Pemkab Gresik, khususnya optimalisasi penggunaan asset desa,” kata Rosyid.

Di sisi lain, Analisis Kebijakan Ahli Muda DPMD Provinsi Jawa Timur, Lianto menerangkan melalui tagline Jatim optimis bangkit terdapat 4 sektor pemfokusan program. Antara lain pertumbuhan ekonomi, pembangunan manusia, penyediaan lapangan kerja, dan penurunan angka kemiskinan.

"Gresik mampu menjadi lokomotif ekonomi secara nasional. Jatim memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi 5,3 persen. Kemudian Indeks pembangunan setiap tahun meningkat 72,05 % . Tingkat pengangguran juga menurun 0,25 % , dan terakhir penurunan angka kemiskinan Jawa Timur sebesat 28,3 % ," terangnya.

Disebutkan, salah satunya melalui program Desa Berdaya. Di Kabupaten Gresik ada sebanyak 153 Desa mandiri, 156 Desa Maju, dan 21 Desa Berkembang.

"Kabupaten Gresik tidak memiliki Desa tertinggal dan sangat tertinggal,"tambahnya.

Sementara itu Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan setiap desa diharapkan mampu memunculkan inovasi desa, cerdas menangkap peluang.

Tidak harus dari potensi yang dimiliki, bisa juga permasalahan yang ada.

Bupati Gresik mendorong semua desa untuk semakin bersemangat meningkatkan nilai kemanfaatan serta nilai ekonomi dari asset-aset desa yang dimilikinya guna kesejahteraan warga desa dan peningkatan pendapatan asli desa.

"Langkah Desa Yosowilangun memunculkan icon Buyos merupakan inovasi dalam memberikan nilai tambah aset desa seperti pesan Menteri Keuangan. Tentunya langkah ini disesuaikan dengan situasi dan kondisi serta lingkungan yang ada, " kata Gus Yani.

Acara itu dihadiri Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bupati Gresik, DPMD Kabupaten Gresik, Kapolsek, Koramil, Kominfo, Camat, dan jajaran investor serta tenaga professional pendamping desa.

BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved