Berita Surabaya

Padahal Belum Gaspol, Gus Muhaimin Klaim Banyak yang Cemburu dan Iri Pada PKB

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar mengklaim banyak yang 'cemburu dan iri' pada PKB lantaran dinilai terus berkembang

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Yusron Naufal Putra
Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar dalam pembukaan gelaran grand final Gus Muhaimin Festival Banjari se-Jawa Timur di Kantor PKB Jatim, Sabtu (3/12/2022).  

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar mengklaim banyak yang 'cemburu dan iri' pada PKB lantaran dinilai terus berkembang.

Namun, dia menyebut sebagai kekuatan politik saat ini, PKB sebetulnya masih setengah kekuatan belum digaspol. 

Pernyataan tersebut, disampaikan di sela pembukaan gelaran grand final Gus Muhaimin Festival Banjari se-Jawa Timur di Kantor PKB Jatim, Surabaya, Sabtu (3/12/2022).

Mulanya, Gus Muhaimin memuji antusiasme atas berbagai kegiatan seperti festival yang digelar PKB Jatim ini. 

Kegiatan semacam ini dinilai untuk menjaga tradisi budaya dan kultur keagamaan yang mengakar.

"Ini dahsyat dan luar biasa, inilah yang membuat orang cemburu dan iri ke PKB, banyak yang iri sama PKB karena dibiarkan hidup terus," kata politisi yang juga akrab disapa Cak Imin. 

Meski tak menyebut pihak tertentu, namun Gus Muhaimin mengatakan, banyak yang iri pada partainya. Apalagi, sudah menghadapi berbagai tantangan zaman namun tetap kokoh. Kekuatan itu disebutnya lantaran sinergi kehidupan kemasyarakatan, keumatan dan kebangsaan. 

"Sebagai kekuatan politik, PKB saya lihat sebetulnya gasnya masih setengah, ibarat gas mobil baru 50 gasnya. Kalau digas lagi bisa seratus, ini aja sudah banyak yang cemburu," ujarnya. 

"Ya sudah jangan digas kenceng-kenceng, nanti banyak yang cemburu," seloroh Gus Muhaimin dalam kegiatan yang juga dihadiri pengurus dan anggota fraksi PKB

Sementara itu, Ketua DPW PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar mengatakan, kegiatan festival ini terlaksana juga atas aspirasi dari para pegiat.

"Pada intinya, ini menjadi bagian upaya agar Indonesia juga tidak terlalu terdampak politik ekonomi global yang kondisinya luar biasa," kata Gus Halim

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved