Berita Surabaya

BLT BBM, PKH dan BPNT Cair untuk Warga Surabaya, Wawali Cak Ji Larang untuk Beli Handphone

Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji meminta warga jangan konsumtif saat meninjau penyaluran BLT BBM di Kantor Pos Krembangan Surabaya, Jumat (2/12/2022).

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Nuraini Faiq
Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji saat meninjau penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) BBM tahap kedua di Kantor Pos Krembangan, Jumat (2/11/2022). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Bantuan langsung tunai (BLT) BBM tahap kedua di Surabaya mulai dicairkan sejak 21 November 2022.

Sebanyak 111.270 warga penerima manfaat di Surabaya sudah bisa menikmati pencairan bantuan dari pusat ini. Namun warga penerima BLT BBM dilarang untuk konsumtif. 

"Termasuk untuk tambah-tambahan membeli hape (handphone) tidak boleh. Gunakan bantuan tunai itu sebaik-baiknya untuk keperluan keluarga. Jangan konsumtif," pinta Wakil Wali Kota Surabaya Armuji saat meninjau penyaluran BLT BBM di Kantor Pos Krembangan Surabaya, Jumat (2/12/2022).

Pihak kantor pos menargetkan, dalam waktu tiga minggu semua penyaluran selesai.

BLT BBM besarannya Rp 300.000 per bulan. Pencairan kali ini untuk dua bulan, November dan Desember.

Pada waktu bersamaan, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) juga disalurkan. 

Dengan begitu, masyarakat yang berhak bisa menerima tiga bantuan sekaligus. Tentu lumayan dan bisa untuk membeli hape baru.

Namun, Wawali Cak Jl melarang pencairan bantuan itu untuk membeli hape.

"Kalau untuk membeli kebutuhan pokok sehari-hari boleh. Digunakan untuk modal jualan juga boleh. Tapi kalau untuk beli handphone ya tidak boleh. Silakan untuk mencukupi kebutuhan mendesak," kata Cak Ji.

Wawali sedang berupaya bersama jajaran Pemkab Surabaya untuk menyempurnakan data warga Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), sehingga apabila ada bantuan bisa tepat sasaran.

Cak Ji juga meminta agar penyaluran BLT BBM bisa dilakukan dengan cepat dan mudah.

Selain menerima bantuan, Cak Ji mengajak agar semua penerima memiliki keinginan untuk berusaha. Menjadi warga yang produktif dan tangguh sehingga tidak bergantung pada bantuan-bantuan terus menerus. 

Untuk mempercepat pelaksanaan, selain di Kantor Pos Kebonrojo, Krembangan, penyaluran bantuan dilakukan 40 kantor pos cabang Surabaya.

Koordinasi dengan pihak kelurahan dan kecamatan telah dilakukan sejak awal. Mereka diminta memberitahukan informasi pencairan bantuan tersebut kepada warga.

Begitu juga penyediaan tempat dan petugas. Sebab, selain di kantor pos, penyaluran akan berlangsung di permukiman penduduk. Misalnya, balai RW, area kantor kelurahan dan kecamatan, atau secara jemput bola.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved